LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mahasiswa UGM bikin iBlind, tablet untuk tuna netra

iBlind tersebut dirancang untuk mentransfer kode huruf digital menjadi huruf braille.

2014-12-02 13:16:50
UGM
Advertisement

Berangkat dari pengalaman membantu tetangganya yang tuna netra untuk membacakan SMS dan menelpon, Huhammad Hanif Sugiyanto mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi Faskultas Teknik UGM dan Swakresna Edityomurti mahasiswa jurusan Teknologi Jaringan Sekolah Vokasi UGM membuat prototipe tablet untuk tuna netra. Prototipe yang diberi nama iBlind tersebut dirancang untuk mentransfer kode huruf digital menjadi huruf braille yang bisa dibaca penyandang tuna netra.

Menurut Hanif prototipe ini bekerja dengan cara sederhana. Ada tiga alat yang digunakan untuk menjalankan prototipe tersebut yaitu Display yang berbentuk kotak dengan kode braille dipermukaanya, modul GSM untuk menerima pesan, dan Software penerjemah huruf digital menjadi braille.

"Alat ini bekerja dengan cara menerima pesan melalui modul GSM, kemudian kode huruf digital yang diterima modul GSM ditransfer ke software untuk kemudian diolah menjadi braille pada display," ujar Hanif, Selasa (2/12).

Sementara itu rekan Hanif, Kresna menambahkan dalam mentransfer huruf digital menjadi braille prototipe iBlind ini bekerja dengan cepat. Hanya membutuhkan kurang dari 1 detik untuk satu karakter.

"Prototipe ini baru 1 karakter saja, tapi nanti kami akan design tablet dengan 50 karakter sekaligus. Jadi membacanya tidak satu-satu lagi, tapi bisa langsung," tambahnya.

Saat ini, lanjutnya, prototipe tersebut masih terpisah dalam tiga bagian. Namun dalam waktu dekat ini mereka akan membuat alat tersebut menjadi satu sehingga lebih aplikatif dan mudah untuk digunakan oleh penyandang tuna netra.

"Kalau sekarang masih terpisah seperti ini, belum aplikatif, tapi kami sudah merancang supaya tiga bagian, display, modul GSM dan software dijadikan satu. Bentuknya seperti tablet biasa, bedanya layarnya berisi kode braille," ujarnya.

Penemuan mereka tersebut sempat mendapatkan penghargaan dalam kategori technology for special needs kontes International Exhibiton of Young Inventor (IEYI) di Jakarta beberapa waktu lalu. Sebelumnya mereka juga pernah mendapatkan penghargaan dari LIPI sebagai Nation Young Inventor Award tahun 2013 karena menciptakan iBlind.

"Memang belum aplikatif, tapi kami sudah mendesign supaya bisa aplikatif dan mudah digunakan. Design yang kamu buat nantinya berukuran 8x7 Inchi dan bisa membaca SMS dan juga mengirim SMS serta menelpon," ujarnya.

Sementara itu perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk membuat sebuah iBlind hanya Rp. 1juta. "Totalnya mungkin Rp. 1 juta, syukur kalau nantinya bisa di produksi massal," kata Hanif.(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.