LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mahasiswa Rohis pun juga ada yang ketagihan film porno Jepang

Pengakuan itu dikatakan Naufal, mahasiswa Sastra Jepang UGM yang pernah menjadikan JAV sebagai bahan skripsi.

2015-02-05 10:24:28
UGM
Advertisement

Melakukan penelitian terhadap empat mahasiswa penggemar JAV (Japan Adult Video) di Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Naufal Ridha mengaku kaget ketika mendapati salah satu sampel penelitiannya adalah aktivis organisasi keagamaan. Bahkan salah satu sampelnya tersebut mengaku pernah dicalonkan menjadi ketua organisasi Rohani Islam (Rohis).

"Kaget juga dan dia punya koleksi yang cukup lah. Dia cerita pernah dicalonkan jadi ketua rohis begitu, tapi dia enggak mau, karena dia merasa belum pantas," kata Naufal pada merdeka.com, Rabu (4/2) sore.

Tidak hanya itu, salah seorang mahasiswa yang menjadi sampelnya juga mengaku memiliki koleksi JAV sampai 500 gigabyte. Bahkan mahasiswa tersebut mengaku berlangganan warnet untuk mendownload JAV dalam kualitas HD yang bisa memakan waktu berjam-jam.

"Ada yang punya sampai 500 giga koleksi itu juga sangar. Banyak lah yang bikin kaget," ujarnya.

Naufal mengaku selama pengerjaan penelitian selama tiga bulan dia banyak mendapatkan fakta-fakta yang mengejutkan selain dari pengakuan empat mahasiswa yang menjadi sampelnya.

"Saya dapat data, tahun 2008, catatan Google menunjukkan pencarian JAV terbanyak itu dari Indonesia. Di kota Yogya terbanyak, Jakarta lalu Bandung. Super kepo banget kita sama JAV, sampai jadi negara paling banyak menggunakan kata pencarian itu," ungkapnya.

Bahkan sampai-sampai Indonesia pernah beberapa kali mengundang beberapa artis JAV untuk main film.

"Kita itu latah, aneh juga film kita itu mendompleng artis, bukan artis ndompleng film. Dulu Miyabi bikin heboh, itu film Suster Keramas enggak bakal laku kalau enggak ada Rin Sakuragi (artis JAV)," tandasnya.

Sebelumnya, Muhammad Naufal Ridha, yang saat itu masih kuliah di jurusan Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, UGM membuat penelitian terhadap para penggemar JAV (Japan Adult Video) di kampusnya.

Gagasan awal penelitian terhadap penggemar JAV sendiri bermula dari perubahan persepsi orang Indonesia tentang Jepang. Menurutnya anak-anak yang merasakan dahsyatnya pengaruh film Doraemon dan Tsubasa membuat persepsi tentang Jepang lekat dengan sikap orang Jepang yang disiplin, selalu bersemangat, rajin dan lainnya seperti yang digambarkan dalam film tersebut.

Tahun 2013, dia kemudian kemudian mengajukan skripsi dengan judul "JAPAN ADULT VIDEO (STUDI KASUS 4 MAHASISWA UNIVERSITAS GADJAH MADA PENGGEMAR JAV)". Dia meneliti empat mahasiswa empat mahasiswa dari angkatan 2007-2011 yang merupakan penggemar JAV.

Baca juga:
Film porno Jepang dianggap lebih kreatif daripada film porno barat
Mahasiswa UGM ini teliti penggemar Japan Adult Video buat skripsi
Sebar vagina buatan, seniman Jepang dicokok polisi
Para idol AKB48 ini banting setir jadi bintang porno Jepang
Banyak cewek mantan bintang porno Jepang tak mampu 'move on'
Deretan bintang porno paling top di Jepang saat ini

(mdk/gib)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.