Mahasiswa Papua minta kekerasan dihentikan
500 Mahasiswa Papua di Surabaya menggelar aksi unjuk rasa. Mereka menuntut pemerintah bertanggung jawab atas kekerasan.
500 Mahasiswa Papua di Surabaya menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Grahadi, Surabaya. Mereka menuntut pemerintah bertanggung jawab atas kekerasan di Papua.
"Dalam tiga bulan, kekerasan di Papua meningkat tinggi. Kekerasan ini menjadi buntut integrasi. Selalu korbannya rakyat sipil tak berdosa," ujar Wilson, salah satu koordinator aksi, Kamis (21/6).
Mereka menutup separuh jalan Gubernur Suryo, hingga membuat arus lalu lintas tersendat. Pengawalan aksi tidak terlalu ketat. Hanya tampak beberapa orang polisi didampingi beberapa petugas tidak berseragam.
Mereka juga menggelar poster-poster berisi tuntutan mereka. Sebagian peserta mengenakan topi khas Papua dan berambut gimbal.(mdk/ian)