Mahasiswa Papua di Bandung Gelar Aksi Solidaritas di Depan Gedung Sate
Kosay juga menyayangkan dugaan aparat keamanan negara yang ikut mengintimidasi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya.
Sejumlah mahasiswa Papua di Jawa Barat menggelar aksi solidaritas di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Aksi ini merupakan respon adanya dugaan aksi rasial yang terjadi di Jawa Timur.
Mengatasnamakan Solidaritas Ikatan Mahasiswa Setanah Papua (IMASEPA), mereka menuntut adanya penyelesaian kasus agar tidak terus memanjang.
Koordinator Aksi, Weak Kosay mengaku sedih dengan adanya dugaan diskriminasi rasial oleh oknum aparat bersama ormas kepada Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Kota Malang, Jawa Timur.
"Terlontar, teriakan rasis kepada kami dengan kata-kata bahwa warga Papua adalah Monyet," katanya di sela aksi, Senin (19/8).
Kosay juga menyayangkan dugaan aparat keamanan negara yang ikut mengintimidasi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya.
Untuk itu, dia berharap agar aparat kepolisian di Malang menjalankan aturan yang telah ditetapkan, yakni peraturan Kapolri Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa.
"Kami minta kepolisian Malang betanggungjawab penuh atas keamanan dan kenyamanan kondisi pisikis para korban," pungkasnya.
Baca juga:
Doa dan Tangis Ketua MUI Papua dari Tanah Suci Mekkah untuk Perdamaian
Hentikan Bentrokan, Polisi Tutup Akses Jalan ke Asrama Papua di Makassar
VIDEO: Kerusuhan di Papua Barat, Presiden Jokowi Minta Semua Saling Memaafkan
Sempat Dibatasi, Akses Telekomunikasi di Papua Kembali Normal
Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya: Tidak Ada Mahasiswa Dipukul Hingga Meninggal
Polisi Bantah Lakukan Rasisme Terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya
Malam Hari, Mahasiswa Papua Bentrok dengan Warga di Makassar