Mahasiswa Makassar ricuh, JK minta rektor jelaskan kenaikan BBM
" Jadi kalau misalnya ribut melawan ini (kenaikan BBM) artinya ribut melawan upaya-upaya pendidikan sebenarnya."
Wakil Presiden, Jusuf Kalla, melalui juru bicaranya, Husain Abdullah meminta para rektor universitas di Makassar untuk melakukan sosialisasi terkait rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Hal ini disampaikan JK di tengah maraknya demo mahasiswa di Makassar untuk menolak rencana kenaikan harga BBM.
"Dari pak JK sendiri menyampaikan ya kepada para rektor tetap melakukan sosialisasi yang jelas dan benar kemudian terukur tentang upaya atau rencana subsidi BBM dari konsumtif ke subsidi yang lebih produktif," kata Husain di Kantor Wakil Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (13/11).
Husain mengatakan, JK meminta para rektor untuk memaparkan rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi adalah untuk mengalihkan subsidi yang dinilai salah sasaran ke sektor-sektor yang dinilai lebih berhak, salah satunya adalah sektor pendidikan.
"Mahasiswa itu kalau subsidi nanti sudah dilakukan nanti porsinya juga akan ke dunia pendidikan, sektor pendidikan. Di mana akan memberi perhatian kepada semua pelajar, termasuk mahasiswa. Jadi kalau misalnya ribut melawan ini (kenaikan BBM) artinya ribut melawan upaya-upaya pendidikan sebenarnya," tutur Husain.
Hari ini, sejumlah mahasiswa gabungan dari berbagai universitas di Makassar terlibat bentrok dengan aparat kepolisian. Para mahasiswa tersebut sebelumnya melakukan aksi unjuk rasa menolak rencana kenaikan harga BBM.
"Jadi ini yang harus dipahami semua pihak termasuk adik-adik mahasiswa yang saat ini masih bergerak di sana dan tentu mereka diminta demonya tidak anarkis dan pengamanan bekerja sesuai dengan yang digariskan," tutupnya.(mdk/ren)