Mahasiswa Indonesia di Tunisia Kenalkan Budaya Nusantara dalam Iftar Internasional
Mahasiswa Indonesia di Tunisia sukses memperkenalkan kekayaan Budaya Nusantara kepada mahasiswa internasional dari berbagai negara dalam acara iftar bersama, mempererat silaturahmi dan mempromosikan warisan bangsa.
Mahasiswa Indonesia di Tunisia baru-baru ini menunjukkan kekayaan Budaya Nusantara dalam sebuah acara buka puasa bersama (iftar) internasional. Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada khalayak global. Acara tersebut dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai negara, menciptakan suasana multikultural yang hangat.
Inisiatif ini diselenggarakan oleh Diwan al-Khidmah al-Jami’iyyah li Syamal pada tanggal 5 Maret di kawasan Menzah 6, Tunisia, dengan nama "Iftar Jamii Tuwaliyyin". Enam mahasiswa Indonesia turut berpartisipasi aktif, menjadi duta budaya bangsa di kancah internasional. Mereka adalah Muhammad Dakhlan Gazali, Anggun Dahlia Alia Murohimah, Sultan Maulana Malik Ibrahim, Mohammad Galih Kurniawan, Keysya Atsila Aqib, dan Radina Hasna Maritza.
Keterangan pers dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia yang diterima di Jakarta pada Sabtu (7/3) menjelaskan detail kegiatan tersebut. Partisipasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap keunikan budaya Indonesia di mata dunia. Kegiatan ini juga mempererat hubungan antar mahasiswa dari beragam latar belakang negara.
Diplomasi Budaya Mahasiswa Indonesia di Tunisia
Acara "Iftar Jamii Tuwaliyyin" diawali dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh mahasiswa internasional. Peserta berasal dari berbagai negara, termasuk Maroko, Palestina, dan Suriah. Suasana kebersamaan sangat terasa saat mereka berbagi hidangan dan cerita.
Setelah menikmati hidangan iftar, kegiatan dilanjutkan dengan sesi perkenalan informal. Para mahasiswa berdiskusi mengenai pengalaman akademik dan kehidupan mereka selama menempuh pendidikan di Tunisia. Sesi ini memfasilitasi pertukaran informasi dan pandangan antarbudaya yang sangat berharga.
Puncak acara adalah sesi pertunjukan budaya, di mana delegasi dari berbagai negara menampilkan beragam kesenian. Mulai dari musik yang memukau hingga penampilan vokal yang indah, setiap negara menunjukkan identitasnya. Mahasiswa Indonesia tidak ketinggalan untuk menampilkan keunikan Budaya Nusantara.
Dengan bangga, mahasiswa Indonesia memperkenalkan budaya Nusantara melalui busana batik dan songkok. Mereka juga memukau penonton dengan membawakan lagu "Tabola Bale" yang berasal dari Indonesia timur. Penampilan ini berhasil menarik perhatian dan apresiasi dari peserta internasional.
Apresiasi Internasional untuk Budaya Nusantara
Muhammad Dakhlan Gazali, salah satu perwakilan mahasiswa Indonesia, menyatakan kebanggaannya atas partisipasi ini. Ia melihat kegiatan ini sebagai kesempatan emas untuk memperkenalkan Budaya Indonesia. "Kami bangga mengenakan pakaian tradisional dan memperkenalkan budaya Indonesia kepada teman-teman dari berbagai negara," ujarnya.
Respons positif datang dari berbagai pihak, termasuk peserta asal Tunisia bernama Khadijah. Ia mengaku sangat terkesan dengan penampilan delegasi Indonesia. Khadijah menyoroti keindahan dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam budaya Indonesia.
"Saya sangat takjub dengan budaya Indonesia. Masyarakatnya dikenal ramah dan menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak," kata Khadijah. Pernyataan ini menunjukkan bahwa diplomasi budaya yang dilakukan mahasiswa Indonesia berhasil menyentuh hati para peserta. Ini juga memperkuat citra positif Indonesia di mata internasional.
Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia menilai kegiatan ini sangat penting bagi mahasiswa internasional. Acara tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan persahabatan antar negara. Selain itu, kegiatan ini juga efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya masing-masing negara kepada dunia.
Sumber: AntaraNews