Mahasiswa aksi keprihatinan di DIY buat korban diksar Mapala UII
Aksi keprihatinan ini digelar di Titik Nol Kilometer, Yogyakarta, Sabtu (28/1) malam. Sambil membentangkan spanduk dan menyalakan lilin, ratusan mahasiswa ini membentuk lingkaran manusia di Titik Nol Kilometer.
Ratusan mahasiswa dari berbagai daerah dan universitas mengelar aksi keprihatinan atas meninggalnya tiga orang mahasiswa UII saat mengikuti diksar Mapala UII. Aksi keprihatinan ini digelar di Titik Nol Kilometer, Yogyakarta, Sabtu (28/1) malam.
Sambil membentangkan spanduk dan menyalakan lilin, ratusan mahasiswa ini membentuk lingkaran manusia di Titik Nol Kilometer. Suara orasi yang bergantian dengan alunan doa untuk ketiga korban tewas terdengar nyaring di tengah keramaian Titik Nol Kilometer yang tengah macet karena padatnya kunjungan wisata di hari Imlek ini.
"Ini merupakan aksi bersama dan aksi prihatin atas meninggalnya tiga korban mahasiswa UII yang mengikuti diksar Mapala UII. Aksi ini diikuti oleh ikatan pelajar dan mahasiswa (IPM) dari Sabang hingga Merauke," ujar Rama Spadya Putra, Ketua IPM Kepulauan Riau (Kepri).
Rama menambahkan bahwa IPM Kepri menuntut agar kasus yang menewaskan salah satu korban asal Kepri yaitu M Fadhlie harus diusut tuntas. Penegakan hukum secara adil harus dilakukan. Jika perlu, lanjut Rama, pelaku harus dihukum yang seberat-beratnya.
Senada dengan Rama, Hasan Gauk perwakilan dari mahasiswa Lombok Timur juga meminta agar kepolisian bisa mengusut tuntas kasus kematian tiga orang mahasiswa UII saat mengikuti rangkaian diksar mapala UII. Terlebih lagi ada salah satu mahasiswa Lombok Timur yaitu Ilham Nurfadmi Listia Adi yang turut menjadi korban.
"Untuk mengawal kasus ini, mahasiswa Lombok Timur juga membuat tim hukum yang dinamai Aliansi Mahasiswa Anti Kekerasan (AMAK). Kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Pelaku harus segera ditangkap dan diadili," pungkas Hasan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tiga orang mahasiswa UII tewas usai mengikuti acara pendidikan dasar atau The Great Camping (GC), yang digelar Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UII di Gunung Lawu Lereng Selatan, Tawangmangu, Jawa Tengah yang digelar pada 13 hingga 20 Januari 2017.
Ketiga mahasiswa yang meninggal adalah Muhammad Fadhli (20), Syait Asyam (20) dan Ilham Nurfadmi Listia Adi (20). Fadhli, mahasiswa Teknik Elektro UII angkatan 2015, asal Batam tewas dalam perjalanan menuju RSUD Karanganyar, Jumat (20/1). Asyam mahasiswa Teknik Industri angkatan 2015 asal Yogyakarta tewas di RS Bethesda, Yogyakarta pada Sabtu (21/1). Korban terakhir adalah Ilham mahasiswa Hukum Internasional angkatan 2015 yang tewas di RS Bethesda, Senin (23/1).
Baca juga:
Mahasiswa aksi keprihatinan di DIY buat korban diksar Mapala UII
Sekber PPA DIY soal diksar UII: Mapala Bukan Pembunuh!
Lima peserta Diksar Mapala UII diperbolehkan pulang oleh RS
Orangtua korban minta program diksar Mapala UII harus diawasi ketat
Ketua panitia ngaku tak tahu ada kekerasan saat Diksar Mapala UII
Ketua panitia diksar UII sebut peserta sudah dites fisik & kesehatan