Macet karena padat, jalur evakuasi gempa ditambah
"Tetapi kelemahannya banyak warga yang evakuasi dengan menggunakan kendaraan," ujar Sutopo.
Ketika gempa berkekuatan 8,5 Skala Richter terjadi, warga di pesisir Sumatera berbondong-bondong menyelamatkan diri. Namun disayangkan banyak juga warga yang menyelamatkan diri dengan menggunakan kendaraan.
Kepala Pusat Informasi BNBP Sutopo Purwo menilai, warga Aceh sudah siap menghadapi gempa karena sebelumnya sudah memproleh banyak pembelajaran. Ketika terjadi gempa warga langsung lari ke tempat tinggi.
"Tetapi kelemahannya adalah banyak warga yang evakuasi dengan menggunakan kendaraan sehingga menjadikan jalur evakuasi padat," ujar Sutopo kepada wartawan di kantornya, Kamis (12/4).
Melihat kejadian itu, menurut Sutopo, perlu ada upaya menambah jalur-jalur evakuasi bagi warga. "Ke depan kita akan meningkatkan jalur-jalur evakuasi," katanya.
Gempa dan tsunami yang melanda lima provinsi di Sumatera, Rabu (11/4) menelan korban. Satu orang di Kabupaten Lhokseumawe meninggal karena sakit jantung sedangkan di daerah Simeulue ada empat orang terluka.(mdk/did)