Mabes Polri: Instruksi Presiden, polisi dilatih revolusi mental
Revolusi mental ini bisa jadi perubahan sikap dan perilaku polisi dalam bertugas.
Pelatihan revolusi mental yang dijalankan institusi kepolisian, merupakan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo. Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Agus Riyanto mengatakan model pelatihan revolusi mental bentuknya bermacam-macam disesuaikan dengan kebutuhan. Penekanannya pada pembentukan karakter dan sikap polisi dalam menjalankan tugas.
"Semua di seluruh wilayah, itu kan instruksi dari presiden langsung. pelatihan mental itu bentuknya beda dengan pelatihan bencana, pelatihan Densus 88, jadi disesuaikan. Bentuknya macam-macam lebih kepada pembentukan karakter dan sikap anggota Polri" kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (5/11).
Polisi harus lebih mengutamakan kepentingan masyarakat daripada pribadi. Mereka juga dilatih menyelesaikan permasalahan dengan baik. "Kita lihat perkembangan situasi sekarang menyangkut kehidupan bermasyarakat dan bernegara juga jadikan bahan evaluasi. Bagaimana anggota kita siap menghadapi segala sesuatu di lapangan," paparnya.
Dengan pelatihan revolusi mental, kata dia, sikap dan perilaku polisi diharapkan bisa lebih baik. "Sekarang polisi itu mengutamakan bagaimana melayani masyarakat daripada minta dilayani. Revolusi mental ini bisa jadi perubahan sikap dan perilaku polisi dalam bertugas," ucap Agus.
Seperti diketahui sebelumnya, 74 Perwira Polrestabes Bandung mengikuti pelatihan Revolusi Mental yang digagas Mabes Polri. Pelatihan tersebut akan berlangsung sepekan dimulai Senin (2/11).
Peserta yang mengikuti pelatihan revolusi mental ini diikuti kepala polsek, kepala unit, dan wakil kepala satuan.
Kasubbag Humas Polrestabes Bandung, Kompol Reny Marthaliana menuturkan, pelaksanaan pelatihan revolusi mental dibagi tiga gelombang. Selain dari internal Polri yang turun melatih seperti Wakapolrestabes Bandung AKBP Gatot Sujono, beberapa pemateri lain juga terlibat. Antara lain, NAC (Neuro Associative Conditioning), IPS (inter Personal skill), pendidikan budaya antikorupsi, dan 12 nilai karakter kebhayangkaraan.
Materi yang dipilih yakni berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi (mandiri dan kreatif), kepribadian dalam berbudaya (gotong royong dan saling menghargai), action plan (rencana aksi) dalam tugas polri dalam hidup bermasyarakat), dan implementasi action plan di kehidupan sehari-hari dan dalam pelaksanaan tugasnya.
"Metodenya pelatihan dan penyampaian materi dilakukan dengan cara tanya jawab, praktik seperti bermain sambil belajar, ceramah, edutainment, diskusi, entertainment, game, lapangan, dan implementasinya," terangnya.
Dia menambahkan, adapun maksud diikutsertakannya beberapa anggota Polrestabes Bandung untuk mengubah pola pikir sesuai nawacita yang digaungkan Presiden Joko Widodo.
"Ini untuk perubahan karakter bangsa yang dituangkan dalam quick wins polri nomor enam. Polri sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik," tandasnya.
(mdk/noe)