LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mabes Polri dalami pembakaran umbul-umbul merah putih di Ponpes Bogor

Mabes Polri dalami pembakaran umbul-umbul merah putih di Ponpes Bogor. Sampai saat ini, polisi masih mendalami peristiwa pembakaran umbul-umbul merah putih. Apakah peristiwa tersebut adanya unsur indikasi radikalisme dari suatu aliran.

2017-08-18 22:29:00
Polri
Advertisement

Mabes Polri menyayangkan adanya pembakaran umbul-umbul merah putih yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Ibnu Mas'ud, Bogor, Jawa Barat. Pembakaran itu diduga dilakukan oleh pengurus Ponpes tersebut pada Kamis (17/8).

"Ya di salah satu Pondok Pesantren ya kita menyayangkan ya ada aksi-aksi seperti itu, dan sekarang sedang ditangani oleh Polda Jabar dan Polres Bogor," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (18/8).

Sampai saat ini, polisi masih mendalami peristiwa pembakaran umbul-umbul merah putih. Apakah peristiwa tersebut adanya unsur indikasi radikalisme dari suatu aliran.

"Ya kita sedang sedang dalami. Apakah ini terkait dengan satu aliran atau gerakan, ya kita sedang dalami," ujarnya.

Dalam peristiwa pembakaran tersebut, polisi sudah memeriksa beberapa orang untuk dimintai keterangan. Dari keterangan tersebut, nantinya polisi baru bisa menentukan adanya penetapan seorang tersangka.

"Kemarin dari minta keterangan beberapa orang beberapa orang ya nanti akan kita tetapkan mungkin satu dua hari ini," ujarnya.

Lebih lanjut, Setyo berharap tidak ada lagi peristiwa yang serupa seperti di Ponpes Ibnu Mas'ud, terutama kerusuhan pasca adanya peristiwa tersebut. Meskipun sudah ditangani oleh Polda Jabar dan Polres Bogor, Mabes Polri akan mengambil peristiwa tersebut untuk melakukan pendalaman di balik pembakaran umbul-umbul Merah Putih tersebut.

"Semua ditangani oleh aparat yang berwenang, Polri dalam hal ini sudah mengambil alih untuk penanganan pengecekan dan pendalaman lebih lanjut," pungkasnya.

Sebelumnya, Warga Kampung Jami, Desa Sukajaya, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, ramai-ramai mendatangi Pondok Pesantren Ibnu Mas'ud, Kamis (17/8).

Warga menuntut pertanggungjawaban atas tindakan pembakaran umbul-umbul merah putih yang diduga dilakukan pengurus ponpes tersebut.

Puluhan anggota Kepolisian bersenjata lengkap langsung melakukan penyekatan di depan gerbang ponpes untuk menghalau warga. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, polisi masih berjaga di lokasi kejadian.

Sejumlah orang dari pondok pesantren dilaporkan sudah dibawa untuk dimintai keterangan terkait insiden itu.

Kepala Desa Sukajaya Wahyu mengatakan, sebelumnya, warga dan pengurus Pondok Pesantren Ibnu Mas'ud sempat terlibat adu mulut pada Rabu (16/8) malam. Hal itu dipicu karena pihak ponpes tidak mau memasang bendera merah putih dan umbul-umbul di sekitar ponpes.

Warga yang bersikukuh, sambung Wahyu, kemudian memasang umbul-umbul di sekitar pesantren. Namun ketika sudah dipasangi, beberapa orang yang diduga berasal dari ponpes membakarnya.

"Dari semalam sudah ramai. Warga protes dengan sikap mereka," ujar Wahyu.

Lanjut Wahyu, aksi protes warga yang tidak terima dengan kejadian itu kemudian berlanjut hari ini. Warga mendatangi ponpes dengan massa yang jauh lebih banyak.

"Ada dua orang yang dibawa polisi. Warga, aparat, dan pihak pesantren sudah mediasi. Keputusannya, untuk sementara pesantren ditutup," pungkasnya.(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.