Ma'aruf Amin siap mendamaikan Sukmawati Soekarno Putri dan pelapor
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'aruf mengaku siap untuk mendamaikan pihak-pihak yang tidak terima dengan puisi berjudul 'Ibu Indonesia' yang dibacakan Sukmawati Soekarno Putri. Puisi tersebut dibacakan pada acara '29 Tahun Anne Avantie Berkarya' di Indonesia Fashion Week 2018.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'aruf mengaku siap untuk mendamaikan pihak-pihak yang tidak terima dengan puisi berjudul 'Ibu Indonesia' yang dibacakan Sukmawati Soekarno Putri. Puisi tersebut dibacakan pada acara '29 Tahun Anne Avantie Berkarya' di Indonesia Fashion Week 2018.
"MUI selalu siap membangun keutuhan bangsa. Jangankan siang, malam pun kita siap," kata Kiai Ma'aruf Amin usai bertemu Sukmawati di Kantor MUI, Jl Tugu Proklamasi, Jakarta, Kamis (5/4).
Namun dia enggan merinci kapan akan melakukan mediasi. Dia pun meminta agar publik bersabar. "Ya kita lihat saja nanti," kata KH Ma'aruf.
Diketahui sebelumnya, puisi berjudul 'Ibu Indonesia' dibacakan oleh Sukmawati dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 menuai pro dan kontra. Alhasil, Sukmawati dilaporkan ke polisi.
Sukmawati dilaporkan oleh dua orang sekaligus. Mereka adalah seorang pengacara bernama Denny Adrian Kushidayat, dan politisi Partai Hanura, Amron Asyhari.
Denny mengaku mewakili umat Islam dalam membuat laporan karena menilai Sukmawati dalam puisinya sudah melecehkan dan menghina umat Islam.
"Kalimat pembuka itu syariat Islam disandingkan dengan sari konde, itu enggak pantas. Kalau saya harus jujur dia lebih parah dari Ahok," ujar Denny di Markas Polda Metro Jaya, Selasa (3/4).
Baca juga:
Ketua MUI ajak umat Islam maafkan Sukmawati & berhenti buat laporan ke polisi
Sukmawati cium tangan Ketua MUI dua kali usai minta maaf
Minta maaf, Sukmawati cium tangan Ketua MUI dua kali
Selain FUIB, Forum Syuhada datangi Bareskrim polisikan Sukmawati
Aliansi Muslimah Aceh laporkan Sukmawati ke polisi