Ma'aruf Amin: Kalau mau ganti presiden silakan tetapi jangan memaki
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin menanggapi gerakan 2019 ganti presiden. Dia mempersilakan bila ada sebagian masyarakat membuat gerakan ganti presiden, asal dengan etika, konstitusional dan demokratis.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin menanggapi gerakan 2019 ganti presiden. Dia mempersilakan bila ada sebagian masyarakat membuat gerakan ganti presiden, asal dengan etika, konstitusional dan demokratis.
Hal tersebut diungkapkan Ma'ruf saat menghadiri Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-92, sekaligus melantik pengurus cabang NU Kota Serang di alun-alun barat, Selasa (24/4).
"Kalau mau ganti presiden ganti saja ada mekanismenya ada caranya, mau mengganti jangan maki-maki orang, nuduh-nuduh orang, menghina orang," kata Ma'ruf dalam sambutan.
Demi menjaga kedamaian dan keutuhan bangsa, Ma'ruf Amin mengajak nahdliyin untuk mengamalkan prinsif NU dalam berbangsa dan bernegara, menjalankan ukhwah islamiyah, ukhwah watoniyah dan ukhwah insaniyah.
"Akidahnya kita perkuat dan kita bermitra dengan pemerintah demi kemaslahatan umat, hidup dalam damai dan saling mencintai," katanya.
Baca juga:
Tokoh-tokoh ini bela Amien Rais soal partai setan
Kubu Ahmad Dhani sebut dakwaan jaksa tidak jelas
Din nilai Amien Rais tak kaitkan partai setan dengan parpol di Indonesia
Dinilai hina Amien Rais, pengunggah video viral di Youtube dilaporkan ke Bareskrim
Beri dukungan sesama kader Gerindra, Fadli Zon datang ke sidang Dhani
Rachmawati minta polisi serius usut kasus dugaan penistaan agama oleh Sukmawati