LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Lumpuh 2 bulan, siswa SD yang dikeroyok teman meninggal dunia

Pengeroyokan ini menyebabkan Randa lumpuh dan tidak bisa bersekolah lagi. Selama sakit, air liur bocah ini terus keluar.

2015-04-30 21:06:00
Kekerasan di Sekolah
Advertisement

Hasranda, murid Kelas I (satu) Sekolah Dasar Yayasan Islam Zaidar Yahya‎ Pasirpangaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Riau, menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa (28/04) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Informasi yang dirangkum merdeka.com Kamis (30/4), bocah malang berusia 7,5 tahun itu meninggal dunia di rumahnya di Kampung Planet Dusun Pasir Putih Timur, Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah.

Dibalik kepergian Randa (sapaan Hasranda), ada peristiwa yang tak terlupakan oleh keluarganya. Randa sempat mengalami kerusakan saraf di bagian belakang kepalanya, dan menyebabkan bagian kanan tubuhnya mengalami lumpuh.

Anak pertama dari dua bersaudara anak dari Hasrul (31) dan Suliandra (31) ini, sempat dirawat di tiga rumah sakit, seperti RS Eka Hospital Pekanbaru dan RS Awal Bros Pekanbaru, dan RSUD Pasirpangaraian. Namun penyakitnya tak kunjung sembuh.

Bocah malang ini mengaku kepada orang tuanya, bahwa dia sakit karena dikeroyok oleh lima teman sekolahnya pada Sabtu 14 Februari 2015 silam. Namun, pengakuan Randa sempat dibantah oleh pihak sekolah. Dugaan pengeroyokan ini sendiri sudah dilaporkan ayah Randa ke Polres Rohul pada Jumat 27 Maret 2015 silam.

Pengeroyokan ini menyebabkan Randa lumpuh dan tidak bisa bersekolah lagi. Dia dijaga oleh neneknya karena kedua orang tuanya bekerja. Selama sakit, air liur bocah ini terus keluar setiap saat. Randa yang sakit juga sempat dikunjungi oleh Anggota Komisi III DPRD Rohul.

Ayah Randa, Hasrul, sangat terpukul atas kepergian putra pertama kesayangannya yang diduga tidak wajar tersebut. Namun demikian, pria yang berprofesi sebagai wiraswasta ini menyerahkan seluruh proses hukum ke pihak berwajib.

Hasrul mengakui, sebelum meninggal, dalam tiga hari terakhir, Randa selalu ingin dekat dengan adiknya bernama Ramhal.

"Pak, aku mau dekat ama adik Pak. Aku juga mau tidur sama adik," hanya itu permintaan Randa yang sering keluar dari mulutnya tiga hari sebelum dia meninggal kepada ayahnya.

Hasrul menambahkan, belakangan hari ini, Randa juga sering diam sambil berbaring di lantai ruang tamu rumahnya. Sesekali, dia bermain dengan adiknya Ramhal yang masih berusia sekitar 1 tahun. Dia juga hanya bicara seperlunya saja.

Ibunya sendiri, Suliandra, tampak sangat terpukul. Perempuan berprofesi sebagai guru Pendidikan Anak Usia Dini ini, histeris melihat tubuh anaknya yang terbujur kaku di depannya yang menyebabkan para pelayat ikut larut dan menangis.

Di lain tempat, pihak sekolah Randa, mengaku siap mengikuti dan menyerahkan proses hukum berlaku kepada pihak berwajib. Kepala Yayasan Islam Zaidar Yahya Pasirpangaraian, Hamsanah juga mengucapkan bela sungkawanya kepada keluarga Randa.

Jenazah Randa sendiri sudah dikebumikan oleh pihak keluarga pada Rabu siang. Bocah malang ini dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum‎ Desa Pematang Berangan.(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.