Lumba-lumba mati terjerat jaring, dagingnya dipotong dibagikan warga
Lumba-lumba mati terjerat jaring, dagingnya dipotong dibagikan warga. Dua ekor lumba-lumba air tawar (Dolphinidae), ditemukan terjerat jaring nelayan di kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, dalam keadaan mati. Namun disayangkan, warga lantas memotong-motongnya dan menyantap satwa mamalia itu.
Dua ekor lumba-lumba air tawar (Dolphinidae), ditemukan terjerat jaring nelayan di kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, dalam keadaan mati. Namun disayangkan, warga lantas memotong-motongnya dan menyantap satwa mamalia itu.
Keterangan diperoleh, temuan itu bermula dari laporan masyarakat kepada anggota Resort Sukadana yang tugas di kepulauan Karimata, terkait adanya satwa lumba-lumba air tawar atau pesut, yang tersangkut jala nelayan pasar ikan lama Sukadana.
"Laporan itu diterima sekitar pukul 08.30 WIB pagi tadi ya. Berangkat dari itu, tim kami lantas ke lokasi, untuk mendapatkan keterangan lanjutan," kata Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Sustyo Iriono, kepada wartawan di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (24/11).
Dari hasil temuan tim di lapangan, lumba-lumba itu adalah lumba-lumba air tawar atau pesut, dengan panjang kurang lebih 1 meter sebanyak 2 ekor lumba-lumba. Sementara nelayan penangkap lumba-lumba itu adalah Hendy, warga dusun Besar kecamatan Sukadana, kabupaten Kayong Utara.
"Jadi menurut keterangan dia (Hendy) bahwa satwa itu tersangkut jala ketika sedang menjaring ikan Talang sekira jam 1 dini hari, berlokasi di sekitar pulau Juante dalam keadaan mati," ujar Sustyo.
"Satwa itu diduga keluar dari habitatnya di sungai. Oleh warga nelayan, satwa itu lantas dibawa ke pasar ikan Sukadana. Juga oleh warga, satwa itu dipotong-potong dan dibagikan ke masyarakat," tambah Sustyo.
Masih dijelaskan Sustyo, saat tim resort Sukadana datang, hanya berhasil mengamankan potongan kepala salah satu satwa dan dibawa ke kantor resort Sukadana.
"Selanjutnya, bagian tubuh satwa itu dibawa ke Pontianak untuk proses identifikasi lebih lanjut," demikian Sustyo.