Lulus sekolah, pelajar SMAN 6 coret-coret seragam
Para siswa melakukan aksi corat-coret seragam di depan sekolahnya dan taman, Blok M Plaza, Jakarta Selatan.
Ratusan pelajar SMA Negeri 6, Jakarta Selatan meluapkan rasa senangnya atas pengumuman kelulusan dengan cara mencoret-coret seragam mereka. Para siswa melakukan aksi corat-coret seragam di depan sekolahnya dan taman, Blok M Plaza, Jakarta Selatan.
"Seneng banget lulus, nggak bete lagi. Sekolah selama ini sudah memberikan yang terbaik buat kita hingga akhirnya lulus semua, dan rencana mau lanjut kuliah di negeri dulu," kata Cinta siswi SMAN 6 saat ditemui di lokasi, Jumat (24/5).
Sementara, Dini yang juga turut merayakan pesta kelulusan ini mengaku melakukan aksi corat-coret untuk kenang-kenangan dan terakhir. "Kita luapkan kebahagiaan, ini kan terakhir untuk kenang-kenangan," tambahnya.
Ibnu, siswa Kelas XII-IPS SMAN 6 menambahkan para siswa sebenarnya tidak boleh memasuki area dalam sekolah. Alhasil, mereka berjanjian satu sama lain di depan pintu gerbang sekolahnya.
"Lulus alhamdulillah, nggak boleh masuk ke sekolah kita janjian di sini. Pilox ada banyak sekitar 20, kita ada ratusan pelajar," tuturnya.
Namun demikian, Ibnu mengatakan teman-temannya tidak akan melanjut aksi tawuran. Sebab, seluruh pelajar akan di taman depan sekolah ini dipantau oleh guru-guru sekolah.
"Ga tawuran, anti tawuran kita. Gak boleh keluar, di sini aja. Itu kan sekolah kita di depan. Kita di sini aja," tambahnya.
Di samping itu, Thomas selaku Wakil Bidang Kesiswaan mengemukakan bahwa sebenarnya pihak sekolah mengharapkan para siswa tidak melakukan aksi coret-coret seperti ini. Namun menurutnya, para siswa sudah sepakat tidak akan melakukan aksi tawuran.
"Harapan kita juga begitu, tapi anak-anak kenangan terakhir karena seratus persen lulus semua. Mereka juga komitmen setengah empat pulang dan tidak boleh kemana-mana, harus di taman aja kita mantau," ucap Thomas.
Dikatakan oleh Thomas, pihaknya tidak menganjurkan para siswa memakai kebaya karena itu sudah ditunjuk oleh Dinas Pendidikan di mana ada tiga sekolah yang harus memakai pakaian adat nasional.
"Dinas yang tentukan ada tiga sekolah tidak termasuk sekolah kita, kami sebenarnya juga tidak menginginkan siswa melakukan seperti ini, tapi ada harapan lain dari siswa karena kita himbau pakaian ini disumbangkan aja," tandasnya.(mdk/ian)