Lulung soal Sumber Waras: Yang punya dosa tenang saja
Lulung menyindir pihak yang seharusnya bertanggung jawab atas pengadaan lahan RS Sumber Waras terlihat diam dan tenang.
Kesimpulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyatakan tidak ada indikasi korupsi dalam pengadaan lahan Rumah Sakit Sumber Waras memantik kontroversi. Sejumlah pihak mulai angkat bicara saling klaim atas kesalahan maupun kebenaran hasil penyelidikan KPK.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Haji Lulung menyatakan imbas dari kasus Sumber Waras, pihak yang tidak bersalah dan tidak terlibat kini terseret dalam perdebatan.
"Saya pikir ini jadi perdebatan kekinian. Kenapa, kita yang tidak punya dosa dalam persoalan ini selalu berdebat," kata Lulung dalam diskusi SindoTrijaya dengan topik 'Mencari Sumber yang Waras' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (18/6).
Lulung menyindir pihak yang seharusnya bertanggung jawab atas pengadaan lahan RS Sumber Waras terlihat diam dan tenang. Dia tidak menyebut siapa yang dimaksud.
"Yang punya dosa tenang saja, Itu siapa (yang dosa), nanti di pengadilan," ujar dia.
Politisi Partai Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menambahkan KPK seharusnya menggunakan audit investigatif BPK dalam menentukan adanya praktik korupsi pengadaan lahan RS Sumber Waras. Dia menyarankan agar KPK tidak hanya menggunakan hasil penyelidikan semata.
"Audit investigatif itu mesti menjadi salah satu alat bukti dalam proses penyelidikan sampai penyidikan. Sebenarnya tidak terbatas pada penyelidikan saja, harus dengan penyidikan juga. Ada audit forensik tentang keuangan itu mengalir ke mana saja, nah ini yang belum dijelaskan," jelasnya.
Baca juga:
Fadli Zon minta KPK & BPK gelar perkara terbuka soal Sumber Waras
Fadli kesal KPK usut Hambalang pakai audit BPK, Sumber Waras tidak
Fadli Zon: KPK ini pura-pura bodoh atau bodoh beneran?
Fadli Zon minta pimpinan KPK datang langsung ke RS Sumber Waras
DKI pamer sertifikat pasca Sumber Waras disebut tak rugikan negara
Ngototnya DPR sebut pembelian lahan RS Sumber Waras bermasalah