Luhut akui China berniat tukar Samadikun dengan tahanan Uighur
4 Warga Uigur ditangkap karena akan meledakkan kantor pemerintahan di Bekasi.
Menko Polhukam Luhut Pandjaitan mengakui ada permintaan Pemerintah China untuk menukar buronan BLBI Samadikun Hartono dengan empat warga etnis Uighur, China yang ditahan Pemerintah Indonesia. Meski begitu, Luhut menyatakan permintaan tersebut belum dapat ditanggapi oleh pemerintah Indonesia.
"Ada (permintaan). Tapi kalau Uighur kita akan bicara sendiri karena legal casenya berbeda," kata Luhut dalam acara Coffee Morning dengan wartawan di Kantornya, Kamis (21/4).
Luhut tak mau berkomentar lebih jauh terkait adanya permintaan pertukaran dari China tersebut. Dia hanya menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia menginginkan agar Samadikun dapat dengan sesegera mungkin dipulangkan ke Indonesia.
"Kita belum begitu (pertukaran dengan Uighur). Kita cuma mau lihat Samadikun bisa segera di Indonesia," ujarnya.
Sebelumnya, Buronan BLBI Samadikun Hartono berhasil ditangkap di China pada Sabtu (16/4) lalu.
Sementara itu, Polri juga telah menangkap terduga calon pelaku bom bunuh diri warga China etnis Uighur yang mengaku akan meledakkan kantor instansi pemerintah pada akhir Desember tanggal 23 Desember 2015 lalu di Bekasi, Jawa Barat. Polisi juga menangkap dua anak buah Kelompok Santoso di Poso yang diketahui juga warga Uighur China.
Baca juga:
Jaksa Agung sebut malam ini buron BLBI Samadikun sampai di Indonesia
Sesumbar Jaksa Agung buru koruptor BLBI usai tangkap Samadikun
Jaksa Agung janji kejar semua buronan koruptor di luar negeri
Samadikun ditangkap, Kejagung sebut peringatan bagi buronan lain
Kejagung telusuri aset Samadikun dari hasil kasus BLBI