Luapan kesal dan kecewa keluarga korban saat bertemu pemerintah dan pihak Lion Air
"Kami apresiasi Basarnas, terima kasih. Tapi tidak bagi Lion. Khususnya Pak Rusdi Kirana saya anggap gagal, maaf saya tidak bermaksud provokator," katanya disambut tepuk tangan keluarga korban yang lain.
Suasana haru terasa saat pertemuan keluarga korban pesawat Lion JT 610 dengan stakeholder terkait serta manajemen maskapai hari ini. Meski wajah tampak murung, para keluarga 189 korban Lion Air masih mampu menahan tangis saat Menhub hingga Polri memberi pernyataan mengenai proses evakuasi korban selama satu minggu ini.
Namun, saat sesi tanya jawab, tangis keluarga korban pecah. Sembari menyampaikan keluh kesah mereka, para keluarga korban tak bisa menahan air mata mereka.
"Tim Lion, kami malah yang harus mencari-cari informasi, bukan kalian yang informasikan ke kami. Mana tanggung jawab kalian?" ujar Ekin, anak Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Muntok, Bangka Barat, Muas Efendi Nasution, salah satu korban Lion.
Dengan suara terbata-bata, dia menyampaikan keluh kesah tidak hanya untuk Lion, melainkan juga untuk Kemenhub.
"Ayah saya telah mengabdi di Kemenhub 34 tahun, tolong diapresiasi. Bukan hanya sekadar turut berduka cita di media sosial saja," ujarnya
Tak hanya keluh kesah, keluarga korban juga menyampaikan kekesalan dan amarah mereka kepada Lion Air. Seperti yang dilakukan ayah dari salah satu korban bernama Johan Ramadhan. Sejak awal, pihak Lion Air bahkan tidak menghubunginya.
"Kami apresiasi Basarnas, terima kasih. Tapi tidak bagi Lion. Khususnya Pak Rusdi Kirana saya anggap gagal, maaf saya tidak bermaksud provokator," katanya disambut tepuk tangan keluarga korban yang lain.
Para keluarga korban bertepuk tangan seolah setuju dengan apa yang disampaikan ayah dari Johan.
Dia meminta dilibatkan dalm proses investigasi KNKT sebagai pihak independen. Sebab ia takut pemerintah tak tegas memberi sanksi pada Lion Air.
"Seharusnya mereka sudah kena pinalti sejak dulu, minta perhatian pemerintah, saya berharap pemerintah dampingi kami karena ini proses hukum," katanya.
"Saya tidak hilang kepercayaan kami pada pemerintah, tapi kami takut ini masuk angin, jujur," tambahnya disusul teriakan "Betul..betul," sahut keluarga korban yang lainnya.
Baca juga:
Keluarga usul penyelam yang evakuasi korban Lion Air terima penghargaan
Jasa Raharja Banten akan serahkan 1,5 miliar untuk 31 korban Lion Air
Sampaikan pemaparan di depan keluarga korban, Kepala Basarnas berurai air mata
Doa bersama, tangis keluarga korban pecah saat evaluasi Lion Air
Evaluasi pencarian korban Lion Air di hadapan keluarga korban
KNKT butuh dua minggu verifikasi data black box pesawat Lion Air JT 610
Keluarga korban Lion Air PK-LQP: Kami tolak tabur bunga!