LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

LPI Ma'arif Minta Semua Pihak Bahu-membahu Agar Pendidikan Tak Berhenti saat Pandemi

Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di masa pandemi Covid-19 saat ini dapat dijadikan momentum untuk kebangkitan pendidikan di Tanah Air.

2021-07-16 21:33:00
Belajar Tatap Muka
Advertisement

Lembaga Pendidikan M'arif NU Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mewanti-wanti pemerintah soal ancaman lost generation pada anak-anak Indonesia. Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif NU, Arifin Junaidi menyatakan, pandemi Covid-19 telah membuat ancaman itu terjadi sebab pembelajaran jarak jauh (PJJ) membuat pembelajaran anak menjadi tidak efektif.

Terlebih lagi sampai saat ini pandemi belum kelihatan akhirnya. Dia memungkinkan jika pemerintah masih belum menyiapkan secara matang pendidikan selama pandemi, maka Indonesia bukan lagi akan mengalami lost generation, melainkan juga education death.

"Langkah ini dipandang sangat penting karena jika tidak ada persiapan matang, maka dimungkinkan akan terjadi lost generation atau bahkan education death atau kepunahan pendidikan, artinya pendidikan sebagai proses pembelajaran tidak hadir secara nyata atau bahkan punah sama sekali," ujar Arifin dalam sebuah diskusi, Jumat (16/7).

Advertisement

Dia mengatakan, Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di masa pandemi Covid-19 saat ini dapat dijadikan momentum untuk kebangkitan pendidikan di Tanah Air. Asalkan seluruh pihak, bukan hanya Kementerian yang menaungi Nadiem Makarim, akan tetapi juga pihak lain turut bahu membahu untuk mendongkel sejumlah penghalang pembelajaran selama pandemi.

"Mencerdaskan dan membuat bangsa ini berkarakter itu bukan hanya tugas Kemendikbudristek, apalagi di masa Covid-19. Masalah koneksi internet misalnya menjadi (tanggung jawab) Kementerian komunikasi dan Informatika," ujar dia.

Sementara masalah kesehatan jelas menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan. Menurut dia jika kementerian terkait saling bahu-membahu mempersiapkan infrastrukturnya, maka dimungkinkan tidak ada yang mustahil membangun kualitas intelektualitas anak didik yang tetap sehat di masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

Advertisement

"Praktik pendidikan di era digital memang memerlukan inovasi dan kreasi yang terus-menerus sehingga anak didik tidak mudah mengalami kejenuhan dan kebosanan. Namun pembelajaran daring juga jangan dimaknai sebagai sekedar memberikan soal kepada murid lalu dijawab oleh murid," kata Arifin.

Jika pembelajaran selama pandemi hanya sekedar memberikan soal, maka menurut Arifin pembelajaran yang membebaskan dan berkarakter akan berhenti di slogan tanpa pernah diketahui semangat di dalamnya.

"Belajar yang sesungguhnya adalah tidak berhenti sejak dari dalam kandungan hingga liang lahat," tandasnya.

Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Siswa SMP ke Jokowi: Lebih Senang Belajar Online, di Sekolah Guru Cuma Kasih Tugas
PTM di Depok Resmi Ditunda, Ini Aturan Wali Kota Terkait Belajar dari Rumah
Jokowi Pastikan Buka Belajar Tatap Muka di Seluruh Sekolah Bila Kasus Covid Mereda
Jokowi Dicurhati Pelajar: Kami Sangat Rindu Belajar di Sekolah
Covid-19 Melonjak, 3 Kecamatan Terluar Kota Ternate Terapkan Sekolah Tatap Muka
Survei P2G: 43,9 Persen Orang Tua Setuju Pembelajaran Tatap Muka

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.