Longsor Tambang Galian C Gunung Kuda Tewaskan 10 Orang, Menteri LHK Bakal Tinjau Lokasi
Menteri Hanif akan segera ke Cirebon, meski belum memastikan apakah akan langsung meninjau lokasi tambang.
Tragedi longsor kembali terjadi di area tambang galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Bencana yang terjadi pada Jumat (30/5) sekitar pukul 10.00 WIB itu menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai lima lainnya.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisal Nurofiq mengaku belum mendapatkan laporan lengkap terkait insiden tersebut.
"Oh saya belum dapat ini, nanti kita pelajari," kata Hanif saat meninjau TPA Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Jumat (30/5).
Mantan Kepala Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BPKH) itu juga mengatakan dirinya akan segera ke Cirebon, meski belum memastikan apakah akan langsung meninjau lokasi tambang.
"Saya akan ke sana, iya saya ke sana," ujarnya singkat.
Lebih dari 10 Orang Diduga Tertimbun
Koordinator Tim SAR Cirebon, Syarif Prabowo, mengungkapkan bahwa masih ada korban lain yang belum ditemukan. Hingga kini, proses evakuasi masih berlangsung.
"Untuk jumlah korban empat orang meninggal dunia, yang dua di kendaraan dan dua di luar. Yang luka ada dua orang," jelas Syarif.
Ia memperkirakan lebih dari 10 orang menjadi korban, mengingat ada excavator dan truk yang ikut tertimbun material longsor.
Berdasarkan data dari BPBD Jawa Barat, 10 korban meninggal dunia dan beberapa luka-luka telah dievakuasi.
Menurut Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar, Hadi Rahmat, longsor juga merusak sejumlah alat berat dan kendaraan.
“3 unit alat berat excavator, 6 unit mobil truk,” sebut Hadi.
Ia menambahkan, pendataan masih berlangsung, dan pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Cirebon, Polresta Cirebon, Polsek Dukupuntang, serta pemerintah kecamatan dan masyarakat setempat.
“Masih pendataan,” ujarnya.