Longsor Purworejo, polisi perpanjang operasi tanggap darurat
Selain mencari, Polda Jateng juga menerjunkan tim Disaster Victim Identification (DVI).
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengemukakan operasi tanggap darurat di lokasi longsor Purworejo dari kepolisian akan diperpanjang selama tujuh hari. Hal itu lantaran masih ada korban belum ditemukan.
"Sebetulnya sudah akan ditarik. Namun, mengingat masih ada korban yang belum ditemukan, maka keberadaan polisi diperpanjang," ungkapnya disela-sela kunjungannya ke lokasi longsor di Purworejo, Jawa Tengah Kamis (23/6).
Condro Kirono juga menginstruksikan kepada seluruh polres di Jawa Tengah untuk berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Basarnas dalam menghadapi bencana.
"Informasi BMKG, cuaca menjelang dan setelah lebaran, didominasi hujan lebat. Untuk itu, polisi siaga bencana," pungkasnya.
Selain mencari, Polda Jateng juga menerjunkan tim Disaster Victim Identification (DVI). Hari ini, Tim DVI ini kembali berhasil mengidentifikasi jenazah yang kondisinya sulit dikenali atas nama Sarifah dan Syarif Marsaid.
Sebelumnya, Tim SAR gabungan dan relawan Rabu (22/6) menemukan satu korban tertimbun longsor di Dusun Caok, Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Setelah diidentifikasi, korban tersebut bernama Sarifah, warga Desa Tlogorejo Kecamatan Kaligesing.
Kepala Basarnas Kota Semarang Agus Haryono kepada merdeka.com Rabu (22/6) jumlah korban tewas akibat longsor 35 jiwa dan banjir 4 jiwa, sehingga total 39 meninggal.
Agus menyatakan korban tanah longsor terbanyak di Dusun Caok Karangrejo sebanyak 19 orang dengan rincian 15 meninggal, 3 belum ditemukan dan 1 luka. Sementara di Desa Donorati Purworejo tercatat 17 jiwa, yakni 10 ditemukan tewas, 5 belum ditemukan dan 2 luka-luka. Korban di Desa Jelok Kaligesing total 10, dengan rincian 4 tewas dan 6 luka-luka.
Untuk korban tewas akibat banjir terdiri atas Elisa Leonardus dan Nur Hayati yang tenggelam di Mranti Purworejo, Rukiyah lokasi kejadian di Tangkisan, Kecamatan Bayan serta Susianto di Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Sampai saat ini upaya pencarian terhadap korban banjir dan longsor di Purworejo tetap akan di lakukan beberapa hari kedepan.
Pencarian, selain menurunkan sebanyak 6 alat berat tim juga menurunkan petugas Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jateng untuk melakukan proses identifikasi begitu jenazah korban longsor ditemukan.
(mdk/eko)