Longsor di Kukar Akibat Tambang, Warga Sudah Melapor Tapi Tak Direspons
Longsor diduga akibat aktivitas tambang batu bara mendekati permukiman, memutus badan jalan di RT 09 Muara Jawa, Sangasanga, Kutai Kartanegera. Warga 9 RT, sudah meneken penolakan aktivitas tambang batu bara. Faktanya penambangan terus berjalan.
Longsor diduga akibat aktivitas tambang batu bara mendekati permukiman, memutus badan jalan di RT 09 Muara Jawa, Sangasanga, Kutai Kartanegera. Warga 9 RT, sudah meneken penolakan aktivitas tambang batu bara. Faktanya penambangan terus berjalan.
"Penolakan sejak April 2018. Bulan Agustus 2018, kita bersurat ke kelurahan, kecamatan dan instansi-instansi Pemkab dan provinsi. Ada 9 RT meneken penolakan," kata warga RT 09, Adi Prayitno kepada wartawan, Senin (3/12).
Adi mengantongi data. Dia dan warga lain, mengamati aktivitas tambang terus mendekati areala permukiman dan badan jalan. "Dari badan jalan, hanya berjarak 125 meter, dari ketentuan minimal 500 meter. Itu sangat mendekati rumah warga," ujarnya.
"Sekarang, sumber air kami sudah tidak ada lagi. Kami minta perusahaan tanggung jawab penuh sosial ekonomi warga, hingga jarak 1 kilo dari titik longsor. Semua instansi yang kami surati, mereka harus minta maaf karena tidak perduli keberatan kami," tambahnya.
Harun (36) warga Muara Jawa lainnya mengatakan, ambles dan longsor hingga memutus jalan itu, sudah diprediksi sebelumnya. "Sudah kita peringatkan," ungkapnya.
"Kita lakukan sesuai prosedur, melayangkan surat agar kaji ulang kegiatan perusahaan tambang PT ABN. Meski, tidak ada tindaklanjutnya, aktivitas tetap jalan," tegas Harun.
Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur, Pradarma Rupang juga menambahkan, penolakan warga itu, sudah dilayangkan Agustus 2018.
"Tapi tidak digubris Pemprov. Warga konsisten menolak, tapi aktivitas tambang tetap jalan. Kalau Pak Gubernur menyatakan longsor dan putusnya jalan bukan karena tambang, itu terlalu terburu-buru, tanpa data yang kuat," demikian Rupang.
Diketahui, 6 rumah warga di RT 09 Muara Jawa, Sangasanga, ambelas dan tertimbun longsor, Kamis (29/11) siang lalu, sehingga juga memutus badan jalan. Sekitar 11 rumah lainnya, ikut terancam ambruk.
Baca juga:
Kesaksian Korban Selamat, Longsor di Karo Terjadi saat Mahasiswa Tidur
Longsor di Pemandian Air Panas Karo, 7 Mahasiswa Tewas dan 9 Orang Luka
Berikut Identitas Mahasiswa Korban Longsor di Pemandian Air Panas Karo
Tatapan Kosong Rakijan Saat Rumahnya Ambruk Diduga Aktivitas Tambang Kaltim
Ngeri, Begini Kerusakan Akibat Tanah Ambles di Kutai Kartanegara