Longsor di Desa Sirau, Pemkab Purbalingga lakukan kajian geologi
Saat ini di wilayah tersebut masih terdapat 59 keluarga yang bermukim di sekitar lokasi bencana tanah longsor. Pemkab sudah mengimbau kepada seluruh warga untuk waspada apabila intensitas hujan tinggi dan bersedia untuk diungsikan ke tempat yang aman.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga akan segera melakukan kajian geologi menindaklanjuti bencana tanah longsor di Dusun Karangwuni, Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, Purbalingga. Kajian tersebut untuk memastikan apakah nantinya wilayah Sirau masih dapat digunakan untuk tempat pemukiman.
Saat ini di wilayah tersebut masih terdapat 59 keluarga yang bermukim di sekitar lokasi bencana tanah longsor. Pemkab sudah mengimbau kepada seluruh warga untuk waspada apabila intensitas hujan tinggi dan bersedia untuk diungsikan ke tempat yang aman.
"Lokasi pengungsian ditunjuk oleh kepala desa dan sudah kita rekomendasikan. Yang kita tangani bukan saja yang terkena dampak langsung tanah longsor, namun 59 KK yang ada di bagian atas lokasi bencana juga harus diperhatikan," ujar Tasdi saat meninjau bencana tanah longsor di Dusun Karangwuni, Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, Selasa (21/2).
Penanganan darurat oleh Pemkab, kata Tasdi, alat berat sudah disiapkan untuk menyingkirkan tanah longsoran yang ada di jalan. Sebab, jalan utama penghubung Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol dan Desa Danasari, Kecamatan Karangjambu putus total tertutup longsoran tanah.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Purbalingga, Satya Giri Podo mengatakan longsor di Dusun Karangwuni, Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol terjadi pada Minggu (19/2) petang sekitar pukul 18.00 WIB. Kejadian longsor tersebut mengakibatkan dua rumah hilang.
Masing-masing rumah dihuni empat jiwa. Beruntung saat kejadian penghuni rumah sudah mengungsi, sehingga tidak ada korban jiwa.
"Penanganan yang sifatnya darurat, sudah kita sampaikan. Kebutuhan pokok berupa makanan. Kemudian tikar, Mie instan, beras dan sebagainya," katanya.(mdk/dan)