LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Lolos usai jambret HP pelajar, Renaldo diciduk polisi di rumahnya

Selanjutnya kejadian ini dilaporkan ke Polsek Dukuh Pakis, dan dilakukan olah TKP. Polisi juga mendapatkan rekaman CCTV di lokasi kejadian dan berhasil mengidentifikasi motor tersangka, yaitu Honda Vario putih Nopol L 4056 VR.

2017-09-26 02:02:00
Penjambretan
Advertisement

Lolos dari kejaran massa, bukan berarti lepas dari sergapan polisi. Ini yang dialami Renaldo Wili Nelson (20), warga Banyu Urip Jaya VI, Surabaya, Jawa Timur yang berprofesi sebagai bandit jalanan.

Kapolsek Dukuh Pakis, Polrestabes Surabaya, Kompol Slamet Sugiarto mengungkapkan, sebelum anggotanya menangkap tersangka, pihaknya menerima laporan adanya aksi perampasan ponsel di Jalan Dukuh Kupang Barat yang dilakukan oleh tersangka.

"Korbannya adalah seorang pelajar atas nama Salsabilah Maharani, warga Dukuh Kupang Barat III," ungkap Slamet di kantornya, Senin (25/9).

Saat itu, lanjutnya, sekitar pukul 10.30 WIB, korban tengah menunggu ojek online di lokasi kejadian. Kemudian tersangka datang dengan motornya dan merampas HP milik korban.

"Korban berteriak minta tolong, yang kemudian oleh warga sekitar tersangka dikejar. Tapi berhasil lolos," ungkapnya lagi.

Selanjutnya kejadian ini dilaporkan ke Polsek Dukuh Pakis, dan dilakukan olah TKP. Polisi juga mendapatkan rekaman CCTV di lokasi kejadian dan berhasil mengidentifikasi motor tersangka, yaitu Honda Vario putih Nopol L 4056 VR.

"Dari rekaman CCTV di lokasi kejadian, kami berhasil melacak Nopol motor tersangka, yang kemudian diperoleh alamat tersangka. Akhirnya kami berhasil meringkus tersangka di rumahnya," katanya.

Sementara tersangka yang sehari-hari bekerja cleaning service (OB) di salah satu perusahaan di Surabaya, ini mengaku terpaksa melakukan penjambretan. Alasannya klasik. Masalah ekonomi.

"Penghasilan saya tak cukup untuk hidup sehari-hari, jadi terpaksa nyambi jadi jambret," akunya polos.(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.