Lokasi longsor Manado-Tomohon mencekam
"Pernah ada pengendara motor yang memaksa masuk. Tak berapa lama mereka kembali dengan ketakutan," cerita Nickson.
Situasi di lokasi longsoran di ruas jalan Manado-Tomohon tepatnya di Desa Tinoor, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, masih mencekam. Lokasi ini memang menelan puluhan korban jiwa.
Dua pekan lalu saat longsor terjadi, warga sedang berteduh di sebuah rumah. Namun tiba-tiba saja rumah itu amblas.
Kondisi tambah mencekam, ketika ruas jalan nasional ini dinyatakan tertutup selama 9 bulan oleh pemerintah. Jalanan menjadi sepi apalagi saat malam tiba.
"Kalau malam mendingan jangan lewat sini. Di sini sepi dan gelap," ujar Nickson Purukan (46) warga Lingkungan 5, Desa Tinoor 2, Kecamatan Tomohon Utara, saat ditemui merdeka.com di lokasi longsor, Minggu (2/2).
Diceritakannya, pasca-longsor suasana di sekitar lokasi terasa agak lain, maklum banyak warga terkubur hidup-hidup oleh longsoran tanah. Para pelintas jalan pun mengurungkan niat melalui jalan tersebut apalagi saat malam tiba.
"Pernah ada pengendara motor yang memaksa masuk. Tak berapa lama mereka kembali dengan ketakutan. Ngeri katanya," cerita Nickson.
Pantauan merdeka.com di dua titik longsor yang berada di kilometer 14 dan 15 tersebut, suasana sepanjang jalan sepi. Hanya beberapa motor yang melintas di atasnya. Dua jembatan darurat yang dibangun di dua lokasi ini sudah tak pernah dilalui mobil lagi.
Kendaraan roda empat diarahkan melalui jalan desa Tinoor untuk mencegah longsor susulan.(mdk/hhw)