Lokalisasi Dadap akan dibongkar, Tifanny bingung pindah ke mana
Penghuni lokalisasi merespons rencana pemerintah daerah membongkar kawasan prostitusi Dadap secara beragam.
Sejumlah perempuan pekerja seks komersial di lokalisasi Dadap, Tangerang sudah mendengar soal rencana pembongkaran pada akhir Mei 2016. Mereka juga tahu tanah di sana adalah tanah negara, sehingga jika dibongkar kemudian, mereka tidak akan mempermasalahkan hal itu.
"Ini kan tanah ilegal, ya. Kalau digusur ya sudah, mau gimana lagi. Kan ada undang-undangnya," kata salah satu pekerja seks, Vivi, Rabu (2/3).
Sedangkan Tifanny seorang pekerja seks lainnya yang sebelumnya bekerja sebagai buruh pabrik, menyesalkan hal tersebut karena dia baru saja bekerja di sana selama lima hari.
"Jangan lah, kalau bisa mah. Nanti saya harus cari pindahan lagi, enggak tahu mau pindah ke mana," tutur Tifanny.
Lokalisasi Dadap dipenuhi oleh kafe dangdut dan warung kelontong serta rumah makan berbentuk tenda di sekitarnya. Pada malam hari, kehidupan di lokalisasi Dadap semakin ingar-bingar, dengan musik dangdut dan house music dari speaker berukuran besar di dalam kafe.
Tempat sepanjang satu kilometer lebih ini juga dipenuhi oleh pedagang gerobak di sisi kiri dan kanan jalan. Di tengah kawasan lokalisasi, juga ada pos-pos yang ditempati oleh beberapa pria berseragam hansip dan pos bertuliskan Pemuda Pancasila.
Pemerintah Kabupaten Tangerang sampai saat ini, masih dalam tahap pendataan tempat dan warga di sana. Rencananya, setelah digusur, bekas lokalisasi Dadap akan diubah menjadi taman, masjid, dan pusat kuliner hidangan khas laut atau seafood, dengan konsep tempat berbentuk seperti hanggar pesawat.
Baca juga:
Menanti akhir cerita lokalisasi Dadap
Begini kehidupan lokalisasi Dadap yang akan digusur Pemkab Tangerang
Cara PSK lokalisasi Dadap goda para pria mampir untuk bercinta
Tarif sekali kencan di lokalisasi Dadap Tangerang Rp 350 ribu
Mengintip kamar 'begituan' di lokalisasi Dadap Tangerang
Di kalangan PSK Dadap, Misbah dikenal sebagai orang tua yang baik