Logistik pemilu penyandang disabilitas di Sulsel dicetak manual
Pemilih penyandang disabilitas terbesar di tujuh daerah pemilihan.
Pelaksanaan Pilkada di sembilan daerah di Sulawesi Selatan semakin dekat. Pencetakan logistik untuk pemilih bagi penyandang disabilitas juga masih dikebut. Di antaranya pola sebagai alat bantu untuk mencoblos kertas suara bagi penyandang tunanetra. Pola ini dicetak secara manual oleh para penyandang tunanetra dan tunadaksa, yang bergabung di CV SHJ pimpinan Hamzah (32) yang juga seorang tunanetra.
Kesibukan Hamzah dan kawan-kawannya mengurusi logistik khusus untuk penyandang disabilitas terlihat di sekretariat Federasi Kesejahteraan Penyandang Cacat Tubuh Indonesia Sulsel, kompleks Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar di AP Pettarani.
Ada yang bertugas menusuk karton duplex menggunakan alat khusus untuk membuat pola. Tusukan-tusukan itu membentuk angka sesuai nomor urut pasangan calon. Bagian permukaan yang timbul akibat tusukan itulah nantinya yang akan diraba oleh pemilih penyandang tunanetra.
Abdul (36), penyandang tunanetra yang turut mengerjakan pola tersebut mengatakan, cara menggunakan pola ini adalah diawali dengan memasukkan pola di antara lipatan kertas suara yang telah dilubangi berbentuk persegi, yang masing-masing lubang ada angka di bawahnya sesuai angka pasangan calon. Jika lubang itu diraba oleh penyandang tunanetra, maka akan terasa permukaan timbul yang menggambarkan angka pada pola untuk kemudian dicoblos.
"Ada tujuh daerah yang kita layani pesanan template-nya di antara 11 daerah yang akan Pilkada. Ketujuh daerah itu adalah Kabupaten Maros, Barru, Lutim, Lutra, Torut, Toraja dan Kabupaten Kepulauan Selayar," kata Abdul.
Waktu pengerjaannya beragam karena ada yang KPUD-nya sudah memesan sejak beberapa waktu lalu, ada pula yang baru dua hari lalu seperti KPUD Selayar. Jumlah lembar pola yang dipesan juga beragam. Tetapi rata-rata KPUD pesan 500 lembar pola.
"Kita sudah layani pembuatan template alat bantu untuk mencoblos," kata Abdul.(mdk/cob)