Listrik mati, pawai takbir di Tanjung Pinang gunakan senter
Warga Tanjung Pinang kesal karena listrik mati sejak sore
Pawai takbiran di Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau, terganggu listrik PLN mati pada sore dan malam. Atas kejadian ini, warga di Tanjung Pinang kesal.
"Pemadaman listrik sejak sore tadi, kemudian malam di sejumlah kawasan. Ini buat kami kesal," kata Ketua Komunitas Bakti Bangsa Kepri Muchlis, seperti dikutip dari Antara, Selasa (5/7).
Jalan di sekitar kawasan Bintan Centre pun gelap. Padahal pawai Takbiran dimulai dari Terminal Sei Carang Bintan Centre.
Petugas dari Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian terpaksa menggunakan senter.
"Pada malam takbiran pun lampu padam. Sepertinya PLN minta didemo lagi," ujar Andri, salah seorang warga di Bintan Centre.
Di kawasan Jalan Wiratno pemadaman listrik terjadi sejak pukul 17.00 WIB hingga berbuka puasa. Akibat pemadaman listrik, sejumlah pemilik warung dan warga yang akan berbuka puasa, merasa kesal.
"Kapan di Tanjungpinang ini tidak terjadi pemadaman listrik. Saat puasa terakhir pun listrik padam," ujar Hamdan, salah seorang pemilik warung di depan salah satu mal di Jalan Wiratno.
Hamdan tidak memiliki genset sehingga terpaksa menggunakan lilin.
"Mau buka puasa saja sulit, remang-remang," kata Ibnu, salah seorang pelanggan di warung milik Hamdan.
PLN Tanjung Pinang menyatakan pemadaman listrik terjadi lantaran ada kerusakan pada mesin di PLTU Unit I. Sejumlah petugas masih berupaya memperbaikinya.
(mdk/sho)