LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Lirik lagu \'Pemimpin Idola\' diminta diubah

Polemik tersebut akibat lirik lagu tidak sesuai dengan proses tumbuh kembang anak.

2012-06-29 23:33:10
peristiwa
Advertisement

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melakukan pertemuan terkait polemik lirik lagu 'Pemimpin Idola' yang dinyanyikan oleh penyanyi cilik Afifan Yasin (9). Polemik tersebut akibat lirik lagu tidak sesuai dengan proses tumbuh kembang anak.

"Tadi dalam rangka meminta pendapat tentang lagu anak yang berjudul 'Pemimpin idola anak' dan Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak, khususnya kami dari deputi bidang tumbuh kembang anak, pertama-pertama sangat mengapresiasi dengan adanya lagu baru anak-anak yang murni untuk anak. Karena sekarang inikan sudah jarang sekali lagu-lagu anak yang betul-betul menjiwai untuk jiwa anak lirik-liriknya," ujar Deputi bagian tumbuh kembang anak KPPPA, Wahyu Hartono, kepada wartawan, saat menggelar jumpa pers, di gedung KPPPA, Jumat (29/6).

Dirinya menyarankan, agar beberapa hal terkait dengan syair atau lirik lagu tersebut, jika dilihat dari sudut pandang tumbuh kembang anak, memang harus diberi peluang untuk memberikan proses tumbuh kembang anak-anak agar lebih baik.

"Namun demikian ada beberapa saran untuk liriknya, misalnya dalam lirik 'kalau tidak jujur itu namanya koruptor' nah itu sangat berat sekali untuk anak-anak. Tapi misalnya saya sarankan, dari hasil pembahasan kami, misalnya kalau tidak jujur itu diganti menjadi pembohong. Jadi kalau koruptor itukan sangat indikatif sekali, dan kalau untuk anak-anak dengan kata pembohong sangat pas lah," terangnya.

Lanjutnya, pihaknya juga mengharapkan, agar lirik-lirik dalam lagu tersebut positif. Misalnya jangan sampai menyudutkan sesuatu seperti dalam lirik 'taman-taman yang hilang semua', tetapi menjadi 'bangunlah taman-taman sebanyak-banyaknya'.

"Juga ada beberapa syair yang terlalu tinggi, misalnya pada lirik 'jangan janji-janji tapi hanya masuk angin'. Jadi harapan kami dari Kementerian agar ada beberapa lirik yang disesuaikan dengan usia anak, dan memberi nuansa tumbuh kembang anak secara optimal," imbuhnya.

Hal senada juga diutarakan Kabag Humas KPPPA, Fatahillah. Dirinya mengatakan, memang pada prinsipnya, Kementerian mengapresiasi lagu-lagu anak dan memang harus.

"Karena ditengah maraknya lagu anak-anak yang menyanyikan lagu anak-anak tapi substansinya dewasa itu juga banyak, dan saya yakin penciptanya bermaksud positif dalam artian menciptakan kejujuran," sahutnya.

Namun, Fatahillah menyebutkan, memang idiom-idiom yang dipakai dalam lagu tersebut, seharusnya idiom-idiom yang levelnya atau tatarannya sesuai dengan anak-anak. Karena dirinya melihat, dalam agama masing-masing, yang namanya tidak jujur pasti pembohong, tapi tidak langsung menjurus kepada koruptor.

"Koruptor itukan anak-anak saja tidak mengerti apa arti koruptor. Tetapi pada prinsipnya Kementerian kami, bukan pada tataran ini boleh lagu layak, tapi bagaimana kami mengapresiasi lalu kemana kami memberikan saran. karena saran itu dilihat dari sudut tumbuh kembang anak, agar anak juga optimal dan agar anak dibawa ke pemikiran yang positif," pungkasnya.(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.