Liput sidang pencabulan di Depok, kamera wartawan dirusak
"Keluarga nggak terima kalau terdakwa diliput," kata Fahmi Febrian.
Ketegangan sempat terjadi antara wartawan dengan pihak keluarga terdakwa kasus pencabulan, usai sidang di Pengadilan Negeri Depok, siang tadi. Akibatnya, kamera milik jurnalis Trans TV rusak dalam insiden itu.
"Kamera milik jurnalis Trans TV bernama Muhammad Latif rusak karena ditepak pihak keluarga," ujar korban lainnya, Fahmi Febrian saat dihubungi merdeka.com, Kamis (3/1).
Fahmi mengatakan peristiwa itu bermula saat terdakwa dibawa keluar oleh polisi dari ruang sidang. Wartawan yang meliput langsung berupaya mengambil gambar terdakwa yang sedang digiring.
"Nah keluarga nggak terima kalau terdakwa diliput. Mereka marah dan mendorong wartawan dari Berita Satu TV," katanya.
Melihat insiden itu, lanjut Fahmi, dirinya langsung berteriak dan akhirnya insiden saling dorong pun terjadi. Fahmi juga sempat terjatuh dalam insiden tersebut.
"Saya jatuh dengan luka di tangan karena terseret aspal," tuturnya.
Polisi yang di lokasi saat itu langsung melerai perselisihan tersebut. Kini, kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polres Depok untuk ditindaklanjuti.
(mdk/lia)