LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

LIPI sebut belum ada teknologi akurat mampu prediksi gempa bumi

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko Handoko, posisi Indonesia berada di empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Untuk itu, masyarakat perlu disadarkan lagi soal mitigasi bencana mengingat Indonesia rawan gempa.

2018-10-02 14:16:25
Gempa
Advertisement

Gempa bumi berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat (2/10). Peristiwa itu kemudian diikuti tsunami yang meluluhlantakkan sejumlah daerah di dua kawasan tersebut.

Banyak yang tak menyangka gempa saat Magrib itu telah menimbulkan korban jiwa yang begitu banyak. Ditambah lagi kerusakan yang sangat parah.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan hingga saat ini tak ada satu pun teknologi di dunia yang mampu secara akurat dan presisi memprediksi kapan datangnya bencana, terutama gempa bumi.

Advertisement

"Jika ada pendapat yang menyatakan mampu memprediksi kapan terjadi gempa bumi beserta kekuatan magnitudonya, bisa dipastikan itu adalah hoax," ujar Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Eko Yulianto di Gedung LIPI Jakarta Selatan, Selasa (2/10).

Ditambahkan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko Handoko, posisi Indonesia berada di empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Untuk itu, masyarakat perlu disadarkan lagi soal mitigasi bencana mengingat Indonesia sangat rawan terkena bencana.

Tak hanya itu, Indonesia juga terletak di kawasan sabuk vulkanik (volcanic arc) yang memanjang dari Pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi. Wilayah tersebut memiliki sisi berupa pegunungan vulkanik tua dan dataran rendah yang sebagian didominasi oleh rawa-rawa.

Advertisement

"Fakta ini harus diyakini agar masyarakat Indonesia harus siap menghadapi segala kemungkinan bencana," ucap Handoko di lokasi.

Sebelumnya, Gempa bermagnitudo 7,4 dan tsunami melanda Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Jumat 28 September 2018. Hingga Selasa (2/10/2018), tercatat 925 orang meninggal dunia, 99 orang hilang, serta 799 terluka akibat bencana tersebut.

Selain itu, ada 59.450 jiwa pengungsi yang tersebar di 109 titik di kota Palu. Sementara jumlah pengungsi di Kabupaten Donggala, datanya belum dapat disampaikan.

Baca juga:
Jokowi gelar rapat terbatas bahas penanggulangan bencana Palu
Ada KRI dikirim ke Palu, turis Perancis buru-buru beli sembako buat korban
Kapal Rumah Sakit KRI Soerharso dikirim dari Bali ke Palu-Donggala
Timses sebut bantuan untuk korban gempa Sulteng tak dilabeli relawan Jokowi-Ma'ruf
DPR usul pembentukan tim pengawas penanggulangan bencana di NTB dan Sulteng
KPU dukung penundaan kampanye di daerah bencana
Melihat kerusakan akibat fenomena 'tanah bergerak' saat Gempa Palu

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.