Lima pembunuh pelajar SMK Parung Bogor dibekuk, satu masih buron
Pelaku dan korban sempat cekcok gara-gara coretan di dinding.
Tiga hari pasca tewasnya Muhammad Yossi (16 tahun), pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yayasan Pendidikan Umat Islam (YPUI) Parung, Kabupaten Bogor, petugas Polsek Parung berhasil menangkap lima dari enam pelaku pengeroyokan dan pembacokan. Sebagian besar pelaku masih seumuran, dan dijemput dari rumah masing-masing hari ini.
Satu pelaku sengaja menyerahkan diri atas bujukan orang tuanya. Para pelaku berinisial AN (16), FD (16), FK (16), Sl (16), dan N (16). Mereka adalah pelajar SMK Muhammadiyah Parung. Sedangkan seorang lagi, yang identitasnya sudah diketahui, masih dalam pengejaran petugas Polsek Parung.
Kapolsek Parung, AKP Asep Suriyadi mengatakan, meski para pelaku sudah diamankan, pihaknya belum mengetahui secara pasti motif aksi pengeroyokan, hingga menewaskan korban.
"Saat ini kita masih memeriksa kelima pelaku. Sebab saat diamankan, kita belum bisa memintai keterangan dengan alasan mereka terlihat trauma dan shock dengan kejadian tersebut," kata Asep, Rabu (7/10).
Menurut Kanit Reskrim Polsek Parung, Iptu Didin Komarudin, dari hasil penyidikan sementara, kelima pelajar diamankan itu sebagian besar hanya turut serta. Sementara sang eksekutor yang menghujamkam sebilah celurit ke leher korban hingga saat ini masih buron.
"Kita baru dapat mengungkap motif seluruhnya jika seluruh pelaku berhasil diamankan. Saat ini satu pelaku lagi yang diduga sebagai eksekutor masih dalam pengejaran petugas," ujar Asep.
Asep mengatakan, para pelaku dibekuk di kediamannya masing-masing tanpa perlawanan, baik dari pelaku maupun keluarganya. "Bahkan kita apresiasi dengan orang tua maupun keluarga salah satu pelaku yang mau membujuk anaknya untuk menyerahkan diri kepolisian," ucap Didin.
Meski demikian, polisi berhasil memperoleh keterangan sementara. Menurut Didin, dari pengakuan salah satu pelaku, sebelum terjadi pembacokan menggunakan celurit, mereka sempat berduel mempersoalkan aksi vandalisme. Terlebih kedua sekolah dan kelompok korban dengan pelaku selalu bermusuhan.
Bahkan, kedua kelompok pelajar ini sebelumnya sempat adu mulut, terkait identitas sekolah korban, SMK YPUI, yang tertulis dalam coretan di dinding hendak dihapus oleh nama julukan sekolah para pelaku, SMK DOSKI atau SMK Muhammadiyah Parung.
"Jadi motifnya, selain karena sejarah dua sekolah tersebut selalu bermusuhan, ditambah beberapa saat sebelum kejadian korban tersinggung saat para pelaku mencorat-coret nama sekolahnya. Sehingga terjadilah aksi kejar-kejaran menggunakan sepeda motor. Selain karena kalah jumlah, korban tak berdaya saat ditinggal rekannya yang ketakutan, ketika tiga orang pelaku mengeluarkan celurit," papar Didin.
Muhammad Yossi tewas setelah terlibat perkelahian dengan sekelompok remaja yang tengah asyik melakukan aksi corat-coret dinding di Gang Onong, Kampung Waru, Parung, Kabupaten Bogor, Minggu (04/10) pukul 03.40 WIB.
Baca juga:
Pelajar SMK di Parung tewas dibacok usai dikeroyok sekelompok ABG
Siswa SMK bacok 2 ibu guru dikeluarkan dari sekolahan
Murid SMK bacok 2 Ibu guru dikenal sering telat sekolah dan malas
Cinta diputus saat di KUA, pemuda ini tebas leher kekasih
Cerita Fajar dihabisi saudara sendiri gara-gara harta