Lewat Yel-Yel, Menteri Susi Ajak Masyarakat Setop Penggunaan Plastik Sekali Pakai
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak masyarakat untuk menghentikan pemakaian plastik sekali pakai, hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye lingkungan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak masyarakat untuk menghentikan pemakaian plastik sekali pakai, hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye lingkungan.
"Bisa tidak tolak sampah plastik? Kalau tidak bisa diteng..?" tanya Susi kepada para peserta pawai di Taman Pandang Monas, Jakarta Pusat, Minggu (21/7).
"...Gelamkan bu....!!!," jawab peserta pawai di lokasi.
Selema memimpin pawai, Susi juga meneriakkan yel-yel gerakan antisampah plastik. Berbagai jenis sampah plastik yang diserukan untuk tidak digunakan lagi seperti sedotan, kantong kresek dan sachet.
"Tolak tolak sampah plastik sampah plastik sekali pakai. Tolak sedotan plastik, kresek dan bungkus sachet plastik sekali pakai," tegas Susi.
Menurut Direktur Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Tiza Mafira, solusi untuk mengurangi sampah plastik cukup mudah, seperti membuat regulasi negara yang melarang plastik sekali pakai.
"Kemudian kita juga mendesak kepada korporasi untuk mengubah cara mereka berbisnis lebih bertanggung jawab atas kemasan mereka yang sudah menjadi sampah," kata dia kepada media.
Sebanyak 49 kolaborator dari masyarakat sipil terlibat dalam kampanye tolak penggunaan plastik sekali pakai. "Kita ingin menujukan komitmen individu dan mendesak kepada pemerintah, bahwa plastik sekali pakai adalah masalah yang sangat serius," tandas dia.
Baca juga:
Aksi Menteri Susi Duet dengan Slank Tolak Sampah Plastik
Wujud Menyeramkan Monster Plastik di Monas
Monster Plastik Diarak Saat Pawai di CFD Jakarta
Menteri Susi Pawai Tolak Plastik Sekali Pakai di Monas
Menteri Susi Ancam Tenggelamkan Pembuang Sampah Plastik ke Laut
Menteri Susi dan Kaka Slank Kampanye Anti Sampah Plastik Lewat Lagu