Lerai bentrok warga di Papua, mata anggota Brimob ini terkena busur panah
Beruntung dengan kesigapan petugas, bentrok dapat dilerai. Saat ini situasi di lokasi sudah kembali kondusif. Namun demikian, dua orang pimpinan kelompok yang bertikai masih diminta keterangan di Polda Papua.
Bentrok warga terjadi di wilayah Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Lima orang terluka, sejumlah rumah dan toko terbakar bahkan satu dikabarkan meninggal dunia.
"Benar itu kejadiannya kemarin," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal saat dihubungi merdeka.com, Kamis (4/10).
Tak cuma warga, petugas yang sedianya bertugas melerai bentrok tersebut juga menjadi korban. Kasatlantas Polres Pegunungan Bintang luka di bagian paha, selain itu satu anggota Brimob Brigadir Polisi Dolfis Wanbonggo terkena panah di bagian mata kanannya.
"Untuk Brigadir Dolfis saat ini sudah diterbangkan ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan. Perkembangannya belum diketahui," katanya.
Dia menambahkan, peristiwa itu bermula dari adanya mosi ketidakpercayaan warga pada bupati. Sebelum kejadian kemarin, peristiwa serupa juga pernah terjadi pada April lalu.
"Jadi ini bermula dari adanya jalan santai. Nah saat itu, masyarakat udah datang ramai, tapi sampai di sana tidak ada hadiah dan tidak ada snack sehingga terjadi kemarahan masyarakat dan terjadi pembakaran rumah. Tapi sudah reda, Kapolda dan pejabat terkait datang ke sana," jelasnya.
"Lalu ada somasi ke Pemda, rencananya kemarin DPRD mau sidang. Namun warga curiga, sempat sudah dinegosiasi, Kapolres bertemu pendukung dan lawan bupati. Sudah kembali ke tempat masing-masing, rupanya salah satu kelompok menyerang kelompok satunya. Kemudian terjadi perlawanan, sehingga lima rumah terbakar, lima warga terluka," sambungnya.
Beruntung dengan kesigapan petugas, bentrok dapat dilerai. Saat ini situasi di lokasi sudah kembali kondusif.
"Kapolda dan pejabat utama sudah datang ke sana, ketemu tokoh agama, anggota Brimob dan polres, tadi sang tokoh masyarakat, pemuda, ormas, kedua belah pihak yang bertikai bertemu dan sepakat tidak ada bentokan lagi," kata Kamal.
Namun demikian, dua orang pimpinan kelompok yang bertikai masih diminta keterangan di Polda Papua.
"Sampai saat ini masih, sedang kita lidik," jelasnya.
Baca juga:
KKB tembaki konvoi trailer milik PT Freeport di Tembagapura
Geledah rumah anggota KKB, polisi temukan amunisi dan jaket loreng
Perang suku pecah di Timika, satu orang tewas dipanah
Kapolda Papua kantongi dalang kerusuhan di Intan Jaya
Pengacara pertanyakan kasus Lukas Enembe sudah naik ke penyidikan
Pasca pembakaran kantor DPRD, polisi jaga ketat pleno KPU Intan Jaya
Polisi usut dalang pembakaran 3 kantor pemerintahan & DPRD Intan Jaya