Lepas kerudung, nenek Briptu Rani ngamuk di Polda Jatim
Dengan alasan sakit, Briptu Rani kembali tidak datang pada sidang kode etik hari ini Polda Jawa Timur.
Setelah menghilang selama kurang lebih lima bulan, Briptu Rani Indah Yuni Nugraini akhirnya kembali muncul. Namun, pada sidang kode etik hari ini, polisi cantik itu kembali tidak menampakkan batang hidungnya di Polda Jawa Timur.
Dalam sidang tersebut hanya ada ibu Briptu Rani, Raya Situmeang, paman Rani yaitu Syarifudin, neneknya Dermawan Nasution dan adik kandungnya. "Rani sedang sakit dan dirawat di Bandung, jadi tidak bisa datang," kata Syarifudin dengan nada agak emosional, Jumat (14/6).
Sejak kedatangan keluarga Rani di Mapolda Jawa Timur sekitar pukul 10.30 WIB itu, sudah menampakkan wajah tegang dan penuh emosional. Bahkan, nenek Rani dengan nada tinggi memaki-maki polisi dari Polres Mojokerto.
"Polisi-polisi preman, saya juga preman, mau apa? Jangan memperlakukan Rani seenaknya,"
teriak Dermawan Nasution bak orang kesetanan sembari melepas kerudungnya dan terus berjalan menuju tempat parkir di dampingi Ibunda Rani.
Namun, sang nenek belum ingin berhenti dari omelannya. "Pokoknya Rani itu harapan keluarga. Habis sudah harapan saya. Sekarang dia sakit. Kapolres dan AKP Lily harus bertanggung jawab mengobatinya," dia terus mengoceh tak karuan.
Bukan hanya Briptu Rani yang tidak hadir, Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho juga tidak hadir dalam sidang kode etik tersebut. "Mana atasannya Rani, AKP Lily nggak datang? Dia nggak berani," sindir Raya Situmeang saat memasuki ruang sidang, di lantai tiga Gedung Reskrimsus.
Sementara itu, pihak Polda Jawa Timur belum memberikan statemen resmi soal kasus Briptu Rani ini. Sebab, sidang kode etik digelar tertutup.
Briptu Rani sempat menghilang 5 bulan. Selama itu dia menjalani perawatan di Jakarta dan Bandung. Polres Mojokerto memasukkan Rani dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buron.(mdk/did)