LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Layaknya vampir, tomcat takut sinar matahari

Masyarakat juga harus menutup pintu rumahnya rapat-rapat jika tak mau serangga itu masuk ke dalam rumahnya.

2012-03-24 10:39:29
serangga tomcat
Advertisement

Meski senang terhadap cahaya lampu, namun tomcat dikabarkan takut terhadap sinar matahari. Hal ini tidak ubahnya vampir yang diceritakan selalu bersembunyi saat sang surya menunjukkan sinarnya.

Seperti vampir, serangga purba yang dikabarkan memiliki cairan yang mengandung racun amat ganas ini juga senang berada di tempat lembab. Masyarakat-pun diimbau untuk menggunakan kelambu saat hendak tidur karena kamar tidur adalah salah satu tempat yang dianggap lembab.

Masyarakat juga harus menutup pintu rumahnya rapat-rapat jika tak mau serangga itu masuk ke dalam rumahnya.

"Tomcat takut pada sinar matahari meskipun dia suka pada cahaya lampu," kata Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono.

Fenomena serangan tomcat belakangan cukup membuat resah masyarakat. Sejumlah warga di beberapa daerah dikabarkan telah menjadi korban serangga yang sudah hidup sejak zaman dinosaurus itu.

Meski berbahaya, namun tomcat tidak menggigit manusia layaknya vampir. Tomcat baru mengeluarkan cairan yang mengandung racun saat bersentuhan dengan kulit manusia. Cairan tomcat juga keluar jika bersentuhan dengan pakaian dan handuk.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membasmi tomcat adalah dengan menggunakan obat nyamuk semprot yang dijual bebas di pasaran. Tomcat akan mati sekitar 30 hingga 60 menit setelah terkena insektisida.

Layaknya vampir, serangan tomcat juga tak pernah pandang bulu. Selain menyerang warga di Indonesia, dia juga pernah menyerang warga di sejumlah negara di dunia. Serangan itu terjadi di Jepang pada 1966, Iran pada 2001, Sri Lanka 2002, Pulau Pinang Malaysia pada 2004 dan 2007.

Serangga bernama latin Paederus Fuscipes ini juga pernah pernah menyerang India Selatan pada 2007, dan Irak pada 2008.

Tak hanya itu, serangga purba yang memiliki 46 ribu lebih spesies dalam ribuan generasi itu bahkan pernah menyerang tentara Amerika Serikat yang tengah menjalani tugas militernya di Irak. Namun, tidak diketahui persis jumlah korban dan luka-luka yang diderita para prajurit negeri Paman Sam itu.

Untuk meminimalisir serangan tomcat, Pentagon bahkan memberikan berbagai jenis seragam dengan berbagai jenis kain untuk dipakai prajurit AS.

"Sekarang kami memiliki berbagai jenis seragam dengan berbagai jenis kain," kata Direktur Lingkungan Pentagon, Maureen Sullivan seperti dilansir armytimes.(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.