LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Lawakan Cak Lontong dan Puisi Ganjar Pranowo Mewarnai Rakernas PDIP

Cak Lontong bercerita bahwa urusan banjir bisa selesai dengan normalisasi dan naturalisasi. Namun, dirinya justru tak memahami makna normalisasi dan naturalisasi. Candaan tersebut sontak disambut tawa ribuan PDIP yang hadir.

2020-01-12 23:53:04
Rakernas PDIP
Advertisement

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, dan Ketua Bidang Hukum HAM dan Perundang-undangan DPP Yasona Laoly terlihat menikmati pertunjukan kebudayaan dalam acara Rakernas PDIP, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam pertunjukan ini, hadir pula putra Megawati, Prananda Prabowo.

Pantauan merdeka.com, acara kebudayaan ini menampilkan para pelawak seperti Cak Lontong, Akbar, Marwoto, Boris, Mucle, Abdul dan Butet Kartaradjasa. Selain itu, hadir pula politikus PDIP Aria Bima dan Ganjar Pranowo yang ikut berperan dalam menghibur peserta Rakernas.

Para pemeran menampilkan tentang kejayaan Indonesia di masa lampau. Bahkan, tak tanggung-tanggung para pemain seperti Cak Lontong dan pemain lainnya membahas tentang persoalan banjir di suatu wilayah yang tidak kunjung selesai.

Advertisement

Cak Lontong bercerita bahwa urusan banjir bisa selesai dengan normalisasi dan naturalisasi. Namun, dirinya justru tak memahami makna normalisasi dan naturalisasi. Candaan tersebut sontak disambut tawa ribuan PDIP yang hadir.

Suasana semakin meriah ketika muncul Kirana Larasati di atas panggung untuk memerankan sebuah karakter. Cak Lontong dan Marwoto tampak saling mengambil kesempatan mendapatkan perhatian Kirana.

Selang beberapa menit, kini hadir Ganjar dan Aria Bima yang membacakan puisi 'Aku Melihat Indonesia' karya Bung Karno. Setelah itu, Butet mengambil kesimpulan dan mengaitkannya dengan tema Rakernas PDIP.

Advertisement

"Begitulah kita memaknai rempah dari sejarah. Kita harus terus memperjuangkan kejayaan tidak bisa hanya berhenti di masa silam, tidak bisa. Sebab kalau kita hanya berhenti di masa lalu dininabobokkan di kejayaan masa lalu, di alam mimpi, sekarang harumnya rempah, aroma rempah menjadi inspirasi kita bersama, inspirasi untuk kebangkitan kejayaan kita," kata Butet.

"Rempah-rempah bukan hanya bumbu penyedap rasa, tapi nilai-nilai yang buat Indonesia menjadi kuat. Setiap apapun yang ditanam harus dijaga, tapi nilai dan filosofinya kan terus diingat," sambung Butet.

"Ini ada satu yang berbahaya ternyata luar biasa, rempah-rempah, hutannya," kata Aria Bima.

Seluruh seniman pun menutup acara ini dengan menyanyikan lagu Gemu Famire dari Nusa Tenggara Timur. Terlihat seluruh yang hadir ikut bergoyang menikmati alunan musik.

Sebagaimana diketahui, Rakernas telah dilakukan selama tiga hari sejak Jumat, 10 Januari dengan tema 'Solid Bergerak mewujudkan Indonesia negara industri berbasis riset dan inovasi nasional dengan sub tema jalur strategi rempah dalam lima prioritas industri nasional untuk mewujudkan Indonesia berdikari'.

Baca juga:
Ditutup Megawati, Rakernas I PDIP Menghasilkan 9 Rekomendasi
Cicipi Ikan Tuna di Rakernas PDIP, Yasonna Bilang 'Nikmat Mana Lagi Kau Dustakan'
26 Kader PDIP Kena Sanksi Karena Tak Disiplin Saat Rakernas I
PDIP Dikaitkan Dengan OTT Komisioner KPU, Puan Sebut Partainya Tetap Solid
FX Rudy Absen di Rakernas, Wasekjen PDIP bilang 'Kita Enggak Urus Orang per Orang'
Di Rakernas I, Megawati Beri Pengarahan Agar PDIP Menangkan Pilkada 2020
Ditemani Hasto dan Prananda, Megawati Pantau Pelaksanaan Rakernas I PDIP

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.