Laut China Selatan memanas, TNI AU gelar operasi udara di Natuna
Penerbangan yang dilakukan pesawat pengintai Amerika Serikat membuat ketegangan di Laut China Selatan meningkat.
TNI Angkatan Udara bakal melakukan operasi udara di Pulau Natuna. Operasi itu untuk menjaga wilayah barat yang merupakan dibawah Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) I.
Hal itu diungkapkan Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) I Marsda TNI A. Dwi Putranto saat ditanya semakin panasnya situasi di Laut Cina Selatan.
"Sementara ini merupakan kewenangan wilayah kami. Kita bakal gelar kekuatan tempur di Natuna maupun Aceh karena untuk menjaga wilayah serangan dari utara," kata A. Dwi Putranto usai silaturahmi dengan para awak di Makoopsau I, Jakarta, Senin (1/6).
Namun saat disinggung serangan udara dari wilayah udara yakni Laut Cina Selatan. A. Dwi Putranto mengatakan laut China Selatan bisa menjadi ancaman udara dari wilayah utara.
"Namun untuk menentukan itu ada ancaman atau tidak ada, eskalasinya dari Mabes TNI yang akan memberikan informasi. Kalau landai kita laksanakan operasi udara, kalau perkembangan eskalasi meningkat panglima akan mengambil sikap dengan membentuk operasi gabungan angkatan laut, angkatan udara dan angkatan darat," ujarnya.
Seperti diketahui, penerbangan yang dilakukan pesawat pengintai Amerika Serikat membuat ketegangan di Laut China Selatan kembali meningkat. Dengan kondisi siaga, militer China memerintahkan agar pesawat tersebut pergi meninggalkan Laut China Selatan.
Pemerintah China segera menggelar konferensi pers dan menyebut militer dari negeri Paman Sam tersebut mencoba mengamati kekuatan militer China dari dekat. Rusia yang merasa terganggu dengan kehadiran AS di lautan tersebut turut menerjunkan kapal perangnya.(mdk/did)