Lantunan doa menggema dari rumah Peltu Budi korban heli jatuh
Lantunan doa menggema dari rumah Peltu Budi korban heli jatuh. Keluarga syok tapi mencoba mengikhlaskan kepergian Peltu Budi jika itu kehendak Tuhan.
Keluarga serta kerabat dan rekan kerja mulai mendatangi rumah duka Peltu PLU Budi Santoso, di Perum Jala Griya TNI AL Blok M1 Nomor 2, Rt 24, Rw 5 Desa Karangtanjung, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (3/7). Peltu Budi Santoso merupakan anggota TNI AL dari Korps Skuadron 400 Wing Udara I Pespenerbal Lanudal Djuanda.
Dia merupakan salah satu dari 8 korban Helikopter HR 3602 milik Basarnas yang menabrak tebing di Gunung Butak, Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (2/7). Pihak keluarga, kerabat, dan tetangga serta rekan dari TNI AL menunggu kedatangan jenazah korban. Tenda sudah berdiri di rumah duka. Suasana duka dan haru menyelimuti kediaman korban. Lantunan doa tak berhenti mengema dari dalam rumah duka.
Puguh Sarwono, kakak korban mengaku mengetahui kabar adik menjadi salah satu korban jatuhnya heli dari pemberitaan di media massa. "Kemarin jam 10 malam, kami beserta keluarga memantau di Tv," ujarnya kepada merdeka.com.
Pria 48 tahun itu tidak yakin jika adiknya salah satu korban jatuhnya heli itu. Namun, pihak keluarga akhirnya percaya ketika ada sekitar 4 anggota dari TNI AL bertamu ke kediaman korban dan menyampaikan berita tersebut.
"Keluarga baru percaya. Kami sempat syok, namun semua itu sudah diikhlaskan, sudah kehendak Tuhan," terangnya.
Sekedar informasi, Peltu PLU Budi Santoso merupakan putra ketiga dari tiga berdaudara. Almarhum meninggalkan seorang istri Suluk Dwi dan seorang putri Saraswati, yang kini masih kelas XII di SMK.
Baca juga:
Kotak hitam helikopter Basarnas jatuh di Temanggung ditemukan
Kapolri sebut helikopter Basarnas berfungsi sebagai ambulans udara
Catur, korban helikopter Basarnas jatuh akan dimakamkan di Wonogiri
Basarnas dan KNKT lakukan investigasi jatuhnya helikopter
Tangisan keluarga warnai identifikasi 8 jenazah korban heli Basarnas