LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Landasan pacu retak 500 meter, Bandara Palu hanya bisa dilintasi pesawat Hercules

Landasan pacu retak 500 meter, Bandara Palu hanya bisa didarati pesawat Hercules. Kondisi tersebut diperparah dengan alat navigasi yang rusak, sehingga tidak memungkinkan bagi pesawat apapun untuk mendarat di Palu, Sulawesi Tengah.

2018-09-29 07:45:25
Gempa
Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto memperkirakan Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu baru bisa beroperasi kembali pada Sabtu (29/9) pukul 10.00 WIB. Namun hanya pesawat Hercules yang bisa mendarat, karena landasan pacu tinggal sepanjang 2.000 meter.

"Dari 2.500 meter panjang landasan pacu, 500 meter rusak karena gempa," kata Wiranto dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (29/9) dini hari.

Kondisi tersebut diperparah dengan alat navigasi yang rusak, sehingga tidak memungkinkan bagi pesawat apapun untuk mendarat di Palu, Sulawesi Tengah.

Advertisement

Pada Sabtu dini hari ini, kata Wiranto, pasukan TNI dan SAR sedang membawa alat navigasi dari Makassar. Mereka diperkirakan tiba di Palu, pada Sabtu pagi ini pukul 07.00 WIB.

"Alat navigasi akan dibawa pada pagi ini. Jadi pukul 10.00 (WITA) sudah bisa didarati oleh pesawat Hercules," ujar dia.

Dengan panjang 2.000 meter, kata Wiranto, Bandara Palu sulit didarati pesawat jet berukuran besar seperti Boeing 747 dan sejenisnya. Namun, Wiranto masih menunggu hasil pemeriksaan yang lebih komprehensif pada Sabtu ini.

Advertisement

"Perlu pengecekan besok," ujarnya.

Keberadaan Bandara Sis Al Jufri menjadi sangat vital karena menjadi sarana konektivitas untuk menerima bala bantuan dari berbagai daerah Indonesia. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebelumnya menutup operasional Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie, Palu, Sulawesi Tengah, karena terdampak gempa.

Pemerintah pusat sudah menyiapkan pesawat Hercules dari TNI yang berisikan bantuan obat-obatan, tenda, makanan pokok, pakaian dan juga tenaga relawan untuk bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Saat ini, kata Wiranto, sambungan komunikasi ke lokasi bencana di Donggala dan Palu masih terputus. Pemerintah sedang menyiapkan telepon satelit untuk sementara waktu agar memudahkan proses koordinasi penanganan bencana.

Oleh karena komunikasi yang masih terputus, kata Wiranto, pemerintah pusat belum bisa memastikan berapa warga yang menjadi korban dari gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

"Komunikasi masih terputus dari daerah. Seluler sedang berusaha kita pulihkan. Tapi kita siapkan satelit," ujar dia.

Sebelumnya pada Jumat (28/9) petang, tsunami terjadi di Palu dan Donggala setelah gempa bumi berkekuatan 7,4 SR. BMKG mengaktivasi peringatan dini tsunami dengan status siaga, dengan tinggi potensi tsunami 0,5 hingga 3 meter di pantai Donggala bagian barat.

Kemudian peringatan dini tsunami dengan status waspada dengan tinggi potensi tsunami kurang dari 0,5 meter di pantai Donggala bagian utara, Mamuju bagian utara dan Kota Palu bagian barat. BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami sejak pukul 18.36 WIB.

Baca juga:
Genset jumbo disiapkan pulihkan listrik usai 5 gardu di Palu & Donggala padam
Kemensos kirim bantuan logistik & relawan tangani korban gempa di Sulteng
TKN Jokowi-Ma'ruf minta pemerintah bereaksi cepat tangani gempa Sulteng
Menkopolhukam gelar rapat khusus bahas penanganan gempa di Sulteng
Pertamina cek terminal BBM dan SPBU di Donggala dan Palu usai diguncang gempa
Pemerintah siapkan telepon satelit untuk koordinasi penanganan gempa Sulteng
Jokowi pastikan penanganan gempa di Sulteng berjalan cepat

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.