Lamanya proses identifikasi korban Sukhoi
Berita Indonesia cepat, aktual, serius, unik, dan baru: Untuk DNA sendiri minimal 2 minggu, belum termasuk mencocokkan potongan-potongan tubuh.
Tim identifikasi Mabes Polri menyatakan, proses identifikasi jenazah korban Sukhoi akan memakan waktu cukup lama. Pasalnya, tim harus memeriksa dengan teliti tanda-tanda tubuh atau tes DNA agar potongan jenazah sesuai dengan tubuh korban semasa hidup.
"Untuk DNA sendiri minimal 2 minggu, itu belum termasuk mencocokkan potongan-potongan tubuh. Tentu keluarga tidak ingin menerima jenazah yang bukan keluarganya," ujar Direktur Eksekutif DVI Indonesia, Kombes Pol Anton Castilani di RS Polri Kramat Jati, Sabtu (12/5).
Bahkan, meskipun potongan tersebut dinyatakan telah lengkap, tim identifikasi masih harus melakukan proses rekontruksi. Sehingga, bentuk jenazah bisa dikembalikan secara utuh kepada keluarga korban.
"Pada akhirnya, diharapkan besar tubuh aslinya bisa kita lihat pada akhirnya," lanjur Anton saat konferensi pers.
Selama proses identifikasi masih berlangsung, tim DVI Mabes Polri menyatakan tidak akan mengembalikan potongan jenazah kepada keluarga korban. Terlebih, kondisi jenazah yang diterima dalam kondisi tidak utuh saat kecelakaan terjadi.
"Rata-rata dalam keadaan tidak utuh, tentunya tidak bisa dikembalikan satu per satu," imbuh Anton.
Karena itu, pihaknya mengimbau kepada keluarga yang masih menunggu informasi lebih lanjut atas proses pemeriksaan akan kembali dihubungi. "Kami sudah miliki alamat dan nomor telepon keluarga, maka kami himbau agar tidak menunggu dan kami akan hubungi jika ada kekurangan," pinta Anton.
Menurut dia, petugas tidak mengharuskan keluarga korban untuk menunggu proses identifikasi karena masih dilakukan sampling terhadap potongan jenazah. "Tidak ada keharusan keluarga di sini," ucapnya singkat.(mdk/bal)