LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Laju deforestasi dan perburuan satwa lindung di Aceh masih tinggi

Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) bersama dengan Forum Konservasi Leuser (FKL) menemukan fakta, sepanjang tahun 2017 terjadi peningkatan kasus illegal logging (perambahan hutan) dan perburuan satwa dilindungi di Aceh.

2018-01-16 10:52:07
Penyelundupan Kayu
Advertisement

Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) bersama dengan Forum Konservasi Leuser (FKL) menemukan fakta, sepanjang tahun 2017 terjadi peningkatan kasus illegal logging (perambahan hutan) dan perburuan satwa dilindungi di Aceh.

Berdasarkan data ground checking monitoring yang dilakukan FKL di 12 kabupaten, terdapat 1.528 kasus perambahan hutan terjadi dengan volume sekitar 7.421,3 meter kubik kayu selama tahun 2017. Sedangkan pada tahun 2016 lalu, aktivitas pembalakan hutan hanya 1.534 kasus dengan volume hanya 3.665 meter kubik kayu.

"Kabupaten Aceh Tamiang tercatat sebagai kabupaten dengan aktivitas perambahan hutan yang luas tahun 2017 mencapai 1.347 hektare dengan jumlah kasus kita temukan 414 kasus. Total KEL yang rusak periode 2017 berjumlah 6.648 hektare dan ada 1.368 kasus," kata Manager Database FKL Ibu Hasyim di Banda Aceh, Selasa (16/1).

Advertisement

Sedangkan untuk kasus perburuan, sepanjang tahun 2017 terdapat 729 kasus dan 814 jerat satwa landak, rusa, kijang, beruang, harimau dan gajah. Semua jerat itu sudah disita dan telah dimusnahkan.

"Kita mendorong Pemerintah Aceh dan seluruh komponen masyarakat untuk lebih menjaga hutannya, terutama dalam KEL, karena KEL sumber air bagi rakyat," tuturnya.

Meskipun kasus perambahan hutan meningkat, kabar baiknya deforestasi (kerusakan hutan) mengalami penurunan periode tahun 2016-2017 hanya 17.333 hektare yang rusak. Sedangkan dua tahun sebelumnya berkisar pada angka 21.000 hektare deforestasi di seluruh Aceh.

Advertisement

Adapun kabupaten yang paling tinggi mengalami kerusakan hutan pada tahun 2017 adalah Aceh Utara mencapai 2.348 hektare, disusul Aceh Tengah 1.928 hektare dan Aceh Selatan 1.850 hektare.

"Kita menduga kerusakan hutan ini akibat seringnya banjir ketiga kabupaten tersebut, terutama Aceh Utara banjir beberapa waktu lalu, pada periode 2015-2016, Aceh Utara juga daerah kedua tertinggi kerusakan hutan," kata GIS Manager Yayasan HAkA, Agung Dwinurcahya.

Selama periode 2016-2017 HAkA menemukan fakta 56 persen deforestasi terjadi dalam kawasan hutan seluas 9.761 hektare. Hutan Produksi (HP) menempati urutan pertama terjadi deforestasi seluas 4.147 hektare, disusul Hutan Lindung (HL) seluas 3.480 hektare.

Kata Agung, tahun 2017 ini merupakan tahun terendah deforestasi dalam KEL di Aceh. Berdasarkan perhitungan HakA dan FKL, terjadi deforestasi 6.875 hektare, lebih rendah dibandingkan tahun 2016 terjadi deforestasi mencapai 10.351 hektare.

"Bahkan tahun 2015 lalu mencapai 13.700 hektare. Makanya KEL Aceh yang sudah menjadi Kawasan Strategis Nasional (KSN) harus lebih dijaga dan dikelola dengan mengedepankan konsep perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan yang lestari," sebutnya.

Selama tahun 2017 ini, kabupaten yang paling tinggi terjadi deforestasi adalah Aceh Selatan mencapai 1.847 hektare, disusul Aceh Timur 1.222 hektare dan Nagan Raya 946 hektare.

Baca juga:
Polres Bengkalis bongkar penyelundupan 8 ton kayu, 9 pelaku dibekuk
Polres Aceh Besar tangkap 3 pengangkut kayu gelondongan ilegal
2.139 Batang kayu ilegal gagal diselundupkan ke Madura
Bawa kayu ilegal, sopir truk ditangkap di Jalan Trans Kalimantan
4.100 Batang kayu ilegal dari hutan di Pontianak disita petugas

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.