Lahan Irjen Djoko, dari kebun nanas ke kebun binatang
Sebanyak 500 warga kehilangan mata pencarian menanam nanas sejak lahan itu dimiliki Irjen Djoko Susilo.
Senyum Esih (55) kembali lebar. Nyaris 8 tahun dirinya tak menginjakkan kaki di semula kebun tempatnya bercocok tanam. Rabu (20/3) kemarin baginya hari yang bersejarah. Dia pun leluasa masuk ke lahan seluas 50 hektare yang dulu dimiliki warga.
Bukit Kampung Kumpay, Desa Kumpay, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang Jawa Barat, milik Inspektur Jenderal Djoko Susilo telah disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Esih dengan semangat mengambil rumput dan alang-alang untuk pakan sapi. Bermodalkan arit, dia terus membabat rumput demi rumput. "Mumpung lagi bisa aja," kata Esih, kepada merdeka.com, di lokasi, Rabu (20/3).
Esih hanyalah satu dari puluhan warga yang menggantungkan nasibnya ke lahan milik Kepala Korlantas Polri. Pasca beralihnya kepemilikan lahan ke sang Jenderal, ada sekitar 500 warga yang sedikitnya kehilangan pekerjaan.
Padahal sejak era 1990-an lahan tersebut begitu subur. Buah Nanas tumbuh di mana-mana. Kini, lahan tersebut dihalangi benteng sekira 3 meter. Tidak sedikit pun warga yang boleh menginjakkan kakinya.
Seketika akan masuk, di pintu terdapat petugas keamanan. "Ketat sekali pengawalannya, jangankan ambil rumput lihat saja sulit," kata Kepala Urusan Pemerintahan Desa Kumpay, Karhira Rakasiwi kepada merdeka.com.
Tapi sejak pertengahan Februari lalu, tiba-tiba ada penyegelan. Ditambah lagi dengan adanya pemberitaan-pemberitaan di media. "Kita sekarang bisa masuk, saya sudah pangling dengan kondisi sekarang," ujarnya.
Dulu sebelum menjadi milik Djoko Susilo, lahan tersebut begitu subur. Tidak ada akses jalan beraspal. "Semua adalah kebun," ujarnya.
Kini sang Jenderal telah 'menyulapnya'. 3 Vila sudah didirikan. Direncanakan bakal ada kebun binatang dan kolam pemancingan yang lebih mirip danau buatan. Ditambah lagi lokasi sekitar ada tempat wisata alam dan adventure Jati Mas. Namun Jati Mas sejak 5 bulan lalu tak lagi beroperasi.
Impian Irjen Djoko itupun kandas. Dia kini berurusan dengan KPK.
Warga pun meminta agar bisa lagi menanam nanas di kebun itu. "Ini aset negara. Masyarakat sekarang sudah pada ngerti. Kenapa tidak dibudidayakan kembali seperti dulu daripada jadi lahan tidur. Kontribusi tetap ada, jadi kami harap berikan kepada kami," ucap Karhira.
Baca juga:
KPK ngaku incar harta Irjen Djoko di luar negeri
Kapolri akui banyak Jenderal polisi kaya raya
Istri Irjen Djoko, Mahdiana dan tas Prada warna hitam
Ini jawaban Polri soal desakan pengusutan harta para jenderal