Lagi, warga Merapi demo usir penambangan dengan alat berat
Mereka berorasi di pertigaan Desa Kaponan, Kecamatan Srumbung, yang terletak di radius 8 km dari puncak Merapi.
Ratusan warga Dusun Kamongan, Desa Kamongan, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jateng kembali melakukan aksi unjuk rasa menolak penambangan pasir dengan menggunakan alat berat atau eskavator di sekitar lereng Merapi.
Aksi yang dilakukan warga lereng Merapi itu diawali sekitar pukul 07.00 WIB, ratusan warga sambil membawa poster di antaranya bertuliskan; "jangan kau rusak alam ini", penambang liar bukti tidak tegasnya pemerintah", "pak bupati...pak DPR perhatikan keselamatan kami Wong wong Cilik", "Si kerdil otak kancil".
Mereka berorasi di pertigaan Desa Kaponan, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang yang terletak di radius 8 kilometer dari puncak Merapi. Dalam orasinya mereka menyatakan sikap menolak aktivitas penambangan dengan menggunakan dua alat berat.
"Aktivitas penambangan itu sudah berlangsung sekitar lima hari. Alasan kami menolak, satu penambangan tidak disertai izin. Kemudian merugikan kami selaku warga yang mata pencaharian sebagai penambangan manual. Serta penambangan dengan alat berat dan truk tronton itu dikhawatirkan menyebabkan terjadinya kerusakan jalan," ungkap koordinator aksi Warga Desa Kamongan, Wisnugroho, Selasa (29/5) kepada merdeka.com di TKP.
Wisnugroho menjelaskan izin penambangan yang dilakukan mereka hanya dilakukan di titik penambangan di Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung secara lisan yang jaraknya berada 600 meter di atas desa kamongan dan melewati jalur Desa Kamongan.
"Penambangan ini bekerjasama dengan pemerintah Desa Kemiren. Dalam hal ini Kepala Kelurahan Desa Kemiran Herlambang yang mengizinkan. Sedangkan Desa Kemiran berada berjarak 600 meter di atasnya Desa Kamongan yang tidak mengizinkan penambangan dengan alat berat. Penurunan alat berat tanpa memberitahukan warga dan aparat Desa Kamongan melakukan penambangan," tegas Wisnugroho.
Jika dua alat berat milik rental yang disewa oleh oknum tidak bertanggung jawab tersebut tidak diturunkan, Wisnugroho menyatakan warga akan tetap melakukan aksi di sekitar pertigaan yang merupakan jalur utama penambangan sisi barat lereng Merapi.
Sambil berorasi mereka memblokir jalan sehingga mengakibatkan truk-truk penambang pasir lereng Merapi tidak dapat melakukan aktivitas penambangan. Sekitar pukul 09.30 WIB sebanyak 1 SSK petugas aparat Polres Magelang dan TNI datang melakukan negosiasi beserta petugas Satpol PP dan perangkat desa setempat.
"Kesepakatan harus turun dan sampai sekarang masih menunggu supaya dijemput untuk menurunkan alat berat," pungkas Wisnugroho.
Hingga pukul 13.00 WIB, ratusan warga masih berjaga-jaga di sekitar pertigaan Desa Kamongan, Kecamatan Srumbung. Mereka sambil berorasi dan ada yang sebagian duduk-duduk menunggu tindaklanjut aparat kepolisian, TNI dan Satpol PP Pemkab Magelang.
Hingga kini petugas aparat Polres Magelang dan Satpol PP Pemkab Magelang masih berupaya untuk melakukan evakuasi terhadap dua alat berat atau eskavator untuk menghentikan aktivitas penambangan dan ditarik turun dari lereng Merapi.(mdk/war)