LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Lagi, anggota TNI bergurau soal bom dipaksa keluar dari pesawat

Candaan itu keluar saat melihat pramugari tengah membantu penumpang lain memasukkan barang ke dalam bagasi.

2016-07-12 19:01:59
TNI AD
Advertisement

Lagi-lagi seorang penumpang yang diketahui merupakan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) membuat resah penerbangan. Dengan nada bercanda, lelaki tersebut malah bergurau soal bom saat menaiki pesawat Lion Air JT-810 dari Batam tujuan Banda Aceh.

Atas ucapannya itu, anggota TNI tersebut langsung diamankan petugas aviation security. Pelaku kemudian diserahkan kepada Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Pomad) untuk ditindaklanjuti.

"Saat pramugari ingin membantu memasukkan tas seorang penumpang dalam kabin bagasi, tiba-tiba yang bersangkutan bilang itu ada bomnya. Meskipun kesannya bercanda, namun calon penumpang itu tetap diamankan petugas," kata Distrik Manager Lion Air Batam, M Zaine Bire di Batam, Selasa (12/7), demikian dilansir Antara.

Kementerian Perhubungan sudah mengatur sanksi pidana kurungan atau penjara bagi penumpang yang bercanda mengaku membawa bom saat berada di pesawat. Hukuman bervariasi bergantung besaran pelanggaran yang dilakukan oleh penumpang.

"Pramugari itu selanjutnya melapor ke pilot yang selanjutnya melaporkan hal tersebut ke Avsec, sehingga dengan cepat penumpang tersebut dievakuasi. Penumpang lain tetap dalam pesawat dan diterbangkan," lanjut dia.

Pelaku, imbuh Bire, selanjutnya menjalani pemeriksaan di kantor oleh Avsec dan POM TNI mengingat yang bersangkutan merupakan anggota TNI. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan bom dalam barang bawaan penumpang tersebut.

"Selanjutnya pelaku diserahkan ke Propam TNI. Tidak ada bom dalam tas yang dibawa penumpang itu," kata Bire.

Kepala Bagian Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso mengatakan pesawat yang seharusnya terbang ke Aceh tepat pukul 11.00 WIB tersebut baru mendarat di Batam pukul 11.20 WIB.

"Datangnya delay, sehingga penerbangan ke Aceh yang seharusnya pukul 11.00 WIB baru bisa diberangkatkan pukul 12.00 WIB. Karena kejadian tersebut juga membuat penerbangan tertunda beberapa waktu juga," kata dia.

Suwarso mengatakan, kejadian tersebut tidak sempat membuat gaduh di pesawat sehingga penumpang lain langsung bisa diterbangkan ke Aceh. "Kecuali pelaku, penumpang lainnya langsung diterbangkan ke Aceh. Hanya pelaku itu saja yang tidak bisa terbang," kata Suwarso.(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.