Lacak rekam jejak capim KPK, pansel minta bantuan Polri
Permintaan Pansel KPK itu mendapat tanggapan positif dari Polri.
Ketua Panitia Seleksi (Pansel) pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Destry Damayanti didampingi 5 orang anggota pansel mendatangi Mabes Polri. Kedatangan mereka untuk meminta bantuan Polri melacak rekam jejak dari peserta yang mendaftarkan diri menjadi calon pimpinan KPK.
Menurut Destry, meminta bantuan Polri merupakan langkah tepat untuk bersama-sama mempersiapkan pemimpin berkualitas di masa mendatang.
"Ini sebagai rangkaian dari Tim Pansel untuk memperkaya masukan dari penegak hukum dan masyarakat," tutur Destry di Mabes Polri, Jakarta, Senin (8/6).
Permintaan Pansel KPK itu mendapat tanggapan positif dari Polri. Menurutnya, Polri menyetujui permintaannya dan akan melakukan penelusuran.
"Tadi Polri setuju untuk penelusuran jejak calon itu penting sekali," katanya.
Terkait kriteria calon dari pimpinan KPK mendatang, Destry mengatakan siapapun berhak mencalonkan diri menjadi pimpinan KPK asalkan memenuhi kriteria yang sudah disediakan Pansel KPK.
"Siapa saja masyarakat berhak untuk mencalonkan diri. Baik itu Polri, TNI dan lain lain," imbuh dia.
Sebelumnya, Presiden Jokowi telah memilih Pansel KPK sebanyak 9 orang yang semuanya perempuan. Pansel telah membuka pendaftaran bagi calon pimpinan KPK pada pekan lalu.(mdk/dan)