LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kurikulum diubah, mahasiswa Bandung khawatir bahasa Sunda punah

Jika kurikulum 2013 disetujui maka budaya nasional pun akan hancur.

2013-01-07 12:20:43
Pendidikan
Advertisement

Ratusan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung menggelar aksi long march dari kampusnya ke Gedung Sate Bandung. Mereka menyuarakan kegelisahan rencana perubahan kurikulum yang akan berpotensi menenggelamkan bahasa daerah.

Puluhan mahasiswa itu menggelar long march dari Cikapayang Dago dan berakhir di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Senin (7/1). Mereka mendesak agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak mengubah kurikulum yang akan menghilangkan muatan lokal yakni bahasa daerah, khususnya bahasa Sunda yang sudah tergerus arus.

Selain aksi dan orasi, mereka mengusung sejumlah poster yang intinya menolak dan meminta pemerintah untuk bisa lebih menghargai bahasa daerah sebagai akar budaya.

Kordinator Aksi, Yogi Yogaswara menuturkan, jika kurikulum 2013 disetujui maka budaya nasional pun akan hancur. Bahasa Sunda harus hidup dari zaman ke zamannya.

"Ini adalah petunjuk adanya eksistensi urang Sunda," katanya di sela-sela aksi, Senin (7/1).

Sebagaimana ditetapkan UNESCO, bahwa bahasa ibu di seluruh dunia harus dilindungi. Itu juga tertuang dalam Pasal 36 UUD 1945, bahwa bahasa daerah itu dipelihara negara.

Seperti diketahui, dalam rancangan kurikulum 2013, muatan lokal (mulok) bahasa daerah akan diganti dengan seni budaya. Para mahasiswa menilai hal ini akan mempersempit peluang warganya untuk lebih mencintai bahasa daerahnya.

"Bahasa daerah nantinya akan terus tergerus, alokasinya jadi tidak merata. Kami menuntut pemerataan jam," ujarnya.

Menurut Yogi, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang pernah berjanji menyurati Kemendikbud terkait masalah ini belum pernah diwujudkan.

"Kami pernah dengar, tapi kalau memang begitu dan gubernur menyurati mana buktinya, kami khawatir ini cuma janji-janji saja," terangnya.

Sejumlah mahasiswa dalam kesempatan itu juga melakukan aksi teatrikal. Aksi mendapat pengawalan dari sejumlah aparat. Meski begitu, tak mengganggu arus lalu lintas di jalan sekitar.(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.