LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kurangi Potensi Karhutla di Sumsel, Teknologi Modifikasi Cuaca Mulai Dilakukan

TMC telah dilakukan sebanyak sepuluh kali sejak Mei lalu di daerah rawan karhutla. Sementara puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada September 2020.

2020-06-17 22:09:47
Kebakaran Hutan
Advertisement

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mulai melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk mengurangi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi itu. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada September 2020.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori mengungkapkan TMC telah dilakukan sebanyak sepuluh kali sejak Mei lalu di daerah rawan karhutla. Awan hujan terbentuk dengan adanya garam yang ditebar dan membasahi daerah rentan terbakar.

"Sejak Mei kemarin TMC sudah dimulai, sampai sekarang ada sepuluh kali dan terus berlanjut selama musim kemarau nanti," ungkap Ansori, Rabu (17/6).

Advertisement

Selain di wilayah Sumsel, TMC juga dilakukan hingga perbatasan Jambi. Sebab, kawasan itu dinilai menjadi salah satu kawasan rawan dan memiliki lahan gambut yang luas.

"Setidaknya bisa mengurangi adanya potensi titik panas, hutan tetap basah dan tidak mudah terbakar," kata dia.

Satgas karhutla juga telah menyiapkan dua unit helikopter waterboombing berkapasitas 5.000 liter air sekali siram. Ada juga satu unit helikopter dan satu pesawat caravan yang bertugas memantau titik api melalui udara agar dapat dipadamkan oleh tim darat dan udara.

Advertisement

"Semua armada sudah berada di Palembang dan siap digunakan," ujarnya.

Ansori menyebut mayoritas wilayah Sumsel berpotensi terjadi karhutla. Hanya saja, lima daerah yakni Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Muara Enim, termasuk paling rawan. Hingga Maret 2020, setidaknya sudah ada 457 titik panas yang tersebar di daerah-daerah itu.

"BMKG memprediksi musim kemarau terjadi akhir Mei dan puncaknya September 2020. Waktunya singkat dibanding tahun lalu, tapi perlu diwaspadai," terangnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru telah menerbitkan Surat Keputusan Nomor 298/KPTS/BPBD-SS/2020 tentang Penetapan Status Keadaan Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan yang berlaku hingga 31 Oktober 2020. Pihaknya menyiapkan anggaran hingga Rp50 miliar untuk menangani masalah tahunan ini.

"Saya minta satgas bergerak cepat jika muncul titik panas, pemantauan harus kontinyu. Tetapi yang terpenting adalah pencegahan, lakukan usaha maksimal agar titip api tidak muncul," tegasnya.

Baca juga:
Polda Sumsel Awasi Ketat 10 Daerah Rawan Karhutla
Dirikan 'Desa Pantang Mundur', Cara Polda Kalteng Lawan Covid-19 dan Cegah Karhutla
Covid-19 dan Karhutla jadi Prioritas Utama Kapolda Kalsel
KLHK Fokus Penanggulangan Kebakaran Hutan di Tujuh Provinsi
Tiga Kabupaten di Sumsel Telah Nyatakan Status Siaga Karhutla
Kapolda Kalsel Ingatkan Anggota Tetap Fokus Penanganan Karhutla di Tengah Covid-19

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.