Kurangi Kantung Plastik, Wali Kota dan PKK Kota Bitung Perkenalkan Tas Jaring
Kelebihan tas jaring ini mudah di bawah elastis dan dapat di simpan di saku atau dompet. Tas Jaring ini juga dapat dipakai berulang-ulang dan tentu saja ramah lindungan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) giat mengkampanyekan bahaya penggunaan sampah plastik yang marak digunakan oleh masyarakat. Sebagai alternatif pengganti, Pemkot Bitung saat ini sedang mengkampanyekan penggunaan tas jaring.
Dekranasda Kota Bitung bekerja sama dengan TP-PKK dan Dinas Perdagangan akan memberdayakan ibu-ibu rumah tangga serta remaja putri untuk membuat tas jaring. Tas jaring ini nantinya akan diproduksi massal dan sebagai pengganti tas plastik yang saat ini masih marak di Bitung.
Wali Kota dan PKK Kota Bitung Perkenalkan Tas Jaring ©2019 Merdeka.com
Kelebihan tas jaring ini mudah di bawah elastis dan dapat di simpan di saku atau dompet. Tas Jaring ini juga dapat dipakai berulang-ulang dan tentu saja ramah lindungan. Di sisi lain, pembuatan tas jaring ini akan memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.
"Dengan adanya program tas jaring ini tentu bakal menunjang program pemerintah Kota Bitung yakni Less Plastick City. Selain itu juga ini sebagai ajang pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga tangga dalam menambah penghasilan ekonomi keluarga," ujar Wali Kota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban di kantornya, Rabu (16/1).
Wali Kota dan PKK Kota Bitung Perkenalkan Tas Jaring ©2019 Merdeka.com
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Bitung, Khouni Lomban Rawung yang juga istri Bupati Maximiliaan mengatakan bahwa jajarannya selama ini sudah sering melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat tentang bahaya penggunaan sampah plastik. Khouni Lomban Rawung dan jajaran PKK kini memang sedang giat mengkampanyekan tas jaring ini.
Wali Kota dan PKK Kota Bitung Perkenalkan Tas Jaring ©2019 Merdeka.com
"Kita sebagai mitra dari Pemda tentu akan mendukung setiap kebijakan ini untuk mengurangi sampah plastik. Dan tas Jaring ini menjadi salah satu solusi akan sampah di Kota Bitung. Selain itu juga punya nilai ekonomis bagi masyarakat yang membuatnya," ujar Khouni Lomban Rawung.
Baca juga:
1.700 Ton Sampah Diangkut dari Kali Pisang Batu Bekasi
Wartawan KBS Korea Wawancara Wali Kota Bitung Soal Program Pengurangan Sampah
Soal Pergub Larangan Plastik, Gubernur Anies Masih Bahas Soal Sanksi
'Lautan' Sampah di Kali Pisang Batu Mulai Dibersihkan
Potret Warga Tarumajaya Terkepung Kali Sampah
Pengusaha Tak Setuju Rencana Pemberian Insentif ke Pemda yang Larang Kantong Plastik