Kurang semangat, petugas upacara HUT RI dikritik SBY
SBY juga meminta paduan suara untuk memperpendek durasi beberapa lagu medley.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memantau langsung gladi resik pelaksanaan upacara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-68. Saat kegiatan berlangsung, SBY ditemani Ibu Negara, Ani Yudhoyono beserta sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II.
Latihan terakhir menjelang peringatan 17 Agustus ini diikuti empat peleton yang terdiri dari pasukan TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Kepolisian. Sebagai petugas upacara, seperti tahun sebelumnya diisi oleh pasukan pengibar bendera yang merupakan siswa-siswi SMA dari 33 provinsi di Indonesia.
Setelah memantau langsung, SBY menggarisbawahi sejumlah hal yang dianggapnya perlu diperbaiki. Setidaknya, ada lima poin yang harus diperhatikan para peserta upacara menjelang peringatan HUT RI ke-68 pada 17 Agustus mendatang.
"Saya lihat semangat perlu ditingkatkan, semangat itu termasuk pembawa acara terlalu slow tadi, laporan Danup (Komandan Upacara) dulu ada yang bilang kalau laporan depan Presiden jangan keras-keras. Itu salah, depan presiden pun harus ada semangat," kata SBY saat menyampaikan arahannya seusai gladi resik di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/8).
SBY juga meminta paduan suara untuk memperpendek durasi beberapa lagu medley. Secara khusus, SBY berharap agar paduan suara lebih bersemangat selama menyanyikan lagu ciptaannya yang berjudul 'Bangga jadi anak Indonesia'.
"Jadi koreksi saya, lagu 'Bangga jadi anak Indonesia' interlude-nya terlalu lengang, temponya terlalu lambat, kemudian kontribusi dari paduan suara belum nampak benar," kritik SBY.
SBY menambahkan, koreksinya tersebut disampaikan berdasarkan pengalamannya selama menjadi Inspektur Upacara selama sembilan tahun. Atas alasan itu, dia mengaku mengetahui mana yang harus diperbaiki dan dikoreksi agar pelaksanaan upacara berjalan dengan baik.
"Di luar yang saya koreksi berarti sudah bagus. Pembawa acara yah, pertama terlalu slow meskipun belakangan sudah mulai muncul betnya, semangatnya, tekanannya. Karena kalau semua slow, semua kebawa nanti. Padahal ini hari merdeka, yang kita perlu energi untuk meramaikan ulang tahun kemerdekaan kita," pungkasnya.
Dalam gladi resik yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB tadi, tampak Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Ketua DPD Irman Gusman, Mendikbud Mohammad Nuh, Menag Suryadharma Ali dan Memparenkraf Mari Elka Pangestu.(mdk/dan)